Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri, Siapa yang Jadi Pengganti?

28 July 2026 08:09

Jakarta: Setelah 42 tahun berkarir di Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan tertingginya di BI, yaitu sebagai Gubernur Bank Indonesia, setelah pengabdian dari tahun 2018 hingga tahun 2026, pada Senin, 27 Juli 2026.

Konfirmasi pengunduran diri dari Perry Warjiyo diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia pada pukul 07.40 WIB bersama dengan jajaran dari pimpinan BI lainnya. Prasetyo Hadi juga mengungkap bahwa Perry Warjiyo menyerahkan surat pengunduran diri dari jabatan Gubernur Bank Indonesia kepada Presiden pada Minggu, 26 Juli 2026. 

Secara teknis, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, Presiden memproses dan menetapkan pemberhentian melalui keputusan Presiden atau Keppres, dan selama jabatan Gubernur BI kosong, sesuai dengan undang-undang juga, bahwa mekanisme dijalankan Deputi Gubernur Senior secara otomatis mengisi kekosongan sebagai pejabat sementara hingga Gubernur definitif diangkat, atau yang saat ini sedang dijabat oleh Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara. 

Rekam jejak Peri Warjiyo


Rekam jejak kepemimpinan dari Perry Warjiyo dari aspek pendidikan, mencerminkan banyak sekali latar belakang studi lengkap di bidang ekonomi. Mulai dari S1 di UGM, Master dan PhD di Iowa University. 

Selama 42 tahun berkarir di Bank Indonesia, karir peningkatan berjenjang ini telah dilaluinya. Mulai dari asisten Gubernur, mulai dari Direktur Eksekutif, Deputi Gubernur, hingga menjabat sebagai Gubernur BI pada 2018 sebelum akhirnya mengundurkan diri pada 2026. 

Rekam jejak Destri Damayanti


Sedangkan Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia saat ini, Destri Damayanti juga memiliki latar belakang pendidikan yang tidak kalah menarik baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Berbeda dengan Perry Warjiyo, Destry Damayanti memiliki rekam jejak karir yang lebih malam melintang di sektor perbankan. Juga ada pengalaman di bidang birokrasi dan juga institusi negara lainnya sebelum akhirnya didapuk sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

Berkaitan dengan perbedaan dari dua profil tersebut tentunya penting juga sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat bagaimana masyarakat menilai bahwa dalam waktu jangka panik maupun jangka panjang ini. 

Amanah dan rotasi adalah hal yang biasa dalam jabatan publik namun stabilitas dan tantangan riil akan terus berjalan dan tidak pernah berhenti. Mari kita awasi pergantian pemimpin tertinggi di Bank Indonesia hari ini dan melihatnya lebih dari sekedar pejabat yang silih berganti. 

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X