Berlapis corak warna memesona dengan gerak renang lambat nan anggun, ikan diskus (Symphysodon) tak berlebihan jika menyandang predikat sebagai "Raja Akuarium Air Tawar". Di balik keindahannya yang memanjakan mata, satwa hias ini rupanya menyimpan potensi nilai ekonomis tinggi yang terus memikat para pencintanya.
Semangat inilah yang tergambar nyata dalam kemeriahan ajang 7th CBD Discus Contest yang digelar di Raiser Ikan Hias Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kontes berskala prestisius ini mempertemukan rantai ekosistem ikan hias secara utuh: mulai dari pemula, penghobi kawakan, pembudidaya, hingga kolektor profesional.
Mengusung tema "Satu Hobi, Satu Tujuan", kontes edisi ketujuh ini membuka 125 slot peserta. Tak hanya diramaikan penghobi dari kawasan Jabodetabek seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, pesona kompetisi ini bahkan sanggup menarik partisipasi peserta dari mancanegara, salah satunya Australia.
Dari Kongko Tiga Wilayah Menuju Jejaring Nasional
Lahirnya geliat kontes ini tak lepas dari peran komunitas CBD Discus Community. Ketua CBD Discus Community, Satria Deco menceritakan bahwa wadah ini berawal murni dari kesamaan kegemaran merawat ikan diskus sejak tahun 2005.
Nama "CBD" sendiri awalnya merupakan singkatan dari wilayah domisili para perintisnya, yakni Cibinong, Bogor, dan Depok. Namun seiring berjalannya waktu, gaung komunitas ini meluas dan kini bergerak dalam skala nasional.
"Sebenarnya komunitas ikan diskus ini bermula dari hobi. Para pelaku hobi berkumpul jadi satu, hingga akhirnya terbentuklah komunitas ini pada 2005. Awalnya dari daerah Jawa Barat—Cibinong, Bogor, dan Depok—makanya dinamai CBD. Tapi saat ini komunitas kami sudah beroperasi dalam skala nasional," kata Ketua CBD Discus Community, Satria Deco, dikutip dari tayangan Metro Community, Metro TV, Minggu, 25 Oktober 2026.
Tak sekadar menjadi arena temu kangen,
komunitas ini aktif menggelar seminar dan lokakarya teknis pemeliharaan serta budidaya, menjadikannya ruang edukasi bersama bagi para pembiak ikan diskus di Tanah Air.
Anatomi Sempurna di Mata Juri
Menilai ikan diskus dalam sebuah kontes bukanlah perkara mudah. Penilaian tidak hanya terpaku pada keindahan warna kulit, melainkan menyangkut standar proporsi fisik yang ketat, kesehatan organ, hingga kestabilan karakter ikan di dalam akuarium.
Salah satu juri CBD Discus Contest, Panji Akbar menjelaskan bahwa bentuk tubuh (body shape) memegang peranan krusial. Ikan diskus ideal wajib memiliki bentuk membulat dengan kurva yang simetris dan proporsional.
"Untuk tubuh diskus harus bulat sempurna, memiliki dahi (forehead) yang tegas, serta frontal curve (kurva depan dan kurva bawah) yang mulus. Setelah bentuk tubuh, penilaian berlanjut ke ukuran," jelas Panji.
Panji menambahkan, pada kategori kelas senior, ukuran tubuh ikan minimal harus mencapai 4,5 inci (sekitar 11,4 sentimeter), terhitung murni dari bodi tanpa mengikutsertakan sirip ekor (caudal fin). Makin besar ukuran tubuh dengan proporsi bentuk yang terjaga, nilai yang didapat pun kian tinggi.
Peluang Emas Budidaya Lahan Terbatas
Di luar riuh panggung kompetisi, budidaya diskus menawarkan peluang bisnis yang menjanjikan bagi masyarakat perkotaan (urban farming). Karakteristik budidaya ikan diskus tidak menuntut lahan berhektare-hektare, melainkan dapat dioptimalkan di pekarangan atau ruangan tertutup dengan sistem tata kelola akuarium vertikal.
Meski demikian, diskus menuntut ketelatenan tinggi. Air harus terjaga parameter keasaman (pH) dan kebersihannya, pakan nutrisi harus terkontrol, serta daya tahan ikan terhadap patogen harus dipantau intensif.
Tantangan tersebut nyatanya sukses dijawab oleh David Febriyanto, seorang penghobi yang kini menjadikannya sumber cuan. Memulai kecintaannya pada diskus sejak tahun 2021, kini David telah mengelola sekitar 1.000 ekor ikan diskus di fasilitas budidayanya, dengan spesialisasi penjualan ikan berukuran besar (up-size).
"Awalnya tertarik karena pergerakannya yang sangat anggun dan varian jenisnya beragam sekali. Dari yang tadinya coba-coba pelihara beberapa ekor, sekarang berkembang jadi penggiat dan bisnis budidaya hingga seribu ekor," ungkap David.
Melalui sinergi komunitas, kontes rutin, dan pertukaran ilmu budidaya, CBD Discus Community optimistis industri ikan diskus di Indonesia akan terus bertaji. Dengan terus melahirkan galur-galur (strain) unggulan yang berdaya saing global, hobi di balik kaca akuarium ini terbukti mampu mengalirkan pundi-pundi
ekonomi nyata bagi masyarakat.