Kabut Asap Memburuk, Pemprov Bengkulu Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh

24 October 2026 17:39

Kualitas udara di sejumlah wilayah Provinsi Bengkulu terus memburuk akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Merespons kondisi yang telah masuk kategori tidak sehat tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu menerbitkan surat edaran terkait pemberlakuan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sekolah daring.

Dua wilayah yang terdampak paling parah oleh kabut asap ini adalah Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kabut asap yang menyelimuti sebagian wilayah Bengkulu dipicu oleh maraknya titik karhutla di provinsi tetangga, yakni Sumatera Selatan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kadis Kominfo) Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, menjelaskan bahwa kebijakan belajar daring ini diberlakukan khusus untuk sekolah di wilayah yang terdampak kabut asap demi melindungi kesehatan siswa.

Baca Juga :


"Pembelajaran jarak jauh secara daring ini dilaksanakan oleh masing-masing guru dan satuan pendidikan. Kehadiran murid wajib direkap setiap hari oleh tenaga pendidik. Namun, kepala sekolah, guru, dan staf tetap diwajibkan hadir di sekolah pada saat jam kerja," jelas Nelly dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Selain mengatur sistem kegiatan belajar mengajar, Gubernur Bengkulu melalui surat edaran tersebut juga mengimbau seluruh masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dengan mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna mengantisipasi gangguan pernapasan.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X