3 November 2026 15:43
Tragedi kecelakaan maut yang menewaskan enam orang di Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu, 2 November 2026 malam, memicu sorotan tajam terhadap keberadaan halte bayangan Transjakarta. Titik penjemputan penumpang yang minim fasilitas pelindung tersebut dinilai sangat berbahaya dan menempatkan masyarakat pada risiko tinggi kecelakaan lalu lintas.
Dikutip dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Selasa, 3 November 2026, tragedi nahas itu bermula ketika sebuah truk molen melaju dari arah timur setelah menuruni jalan layang (flyover). Truk tersebut diduga mengalami kegagalan sistem pengereman sehingga pengemudi kehilangan kendali. Kendaraan berat itu oleng ke sisi kiri dan langsung menghantam 12 orang yang tengah menanti angkutan umum di tepi jalan.
Sebanyak enam orang dinyatakan meninggal dunia, dengan rincian lima korban tewas di lokasi kejadian dan satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit. Sementara itu, enam korban lainnya mengalami luka-luka.
Titik pemberhentian bus di dekat Universitas BSI tersebut selama ini hanya difungsikan sebagai halte bayangan tanpa adanya infrastruktur fisik penunjang keselamatan. Calon penumpang hanya mengandalkan area pinggir jalan dengan sebuah tiang rambu Transjakarta sebagai penanda, yang kini telah hancur akibat benturan truk.