7 November 2026 21:57
Hujan deras yang terus mengguyur sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah dalam dua hari terakhir membawa dampak positif bagi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebaran titik panas (hotspot) di provinsi tersebut dilaporkan berkurang secara signifikan, yakni anjlok tajam dari 886 titik menjadi hanya 43 titik.
Dikutip dalam tayangan Top News Metro TV, Sabtu, 7 November 2026, berdasarkan data Dasbor Karhutla Kota Palangka Raya, curah hujan yang tinggi berhasil menekan kemunculan titik api di berbagai kabupaten. Kota Palangka Raya yang sebelumnya sempat terkepung asap bahkan kini terpantau nihil titik panas.
Kendati jumlah titik api menyusut drastis, aparat gabungan bersama para relawan tetap disiagakan di lapangan. Langkah pembasahan dan pendinginan terus digencarkan pada lahan-lahan gambut guna memastikan bara api di bawah permukaan tanah benar-benar padam dan tidak menyala kembali.
Baca Juga :
Penyisiran dan pembasahan lahan dilakukan oleh petugas gabungan dari Kecamatan Bukit Batu, Tim 11 Polresta Palangka Raya, serta Tim Serbu Api Kelurahan Habaring Hurung di kawasan Jalan Harawung. Aksi pemadaman sisa bara api juga dilakukan relawan di Jalan Tawei, Jalan Matal, hingga area Danau Sari, Palangka Raya.
Meski kabut asap tebal mulai sirna seiring turunnya hujan dan berkurangnya titik panas, kualitas udara di Kota Palangka Raya tercatat belum pulih seutuhnya. Indeks Kualitas Udara setempat masih berada di angka 282 atau masuk dalam kategori sangat tidak sehat, sehingga warga diimbau tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan.