16 March 2022 08:29
Dua tahun masa pandemi covid-19 telah membawa kesadaran baru soal pentingnya akses digital. Ketika tatap muka langsung harus dihindari, interaksi daring menjadi solusi. Di saat pandemi bisa direm dengan vaksin, era digital tidak bisa diperlambat. Perkembangan digital telah menjadi roda dunia yang menentukan seberapa cepat perubahan kehidupan.
Bahkan, Global Talent Trend 2022 dari hasil riset LinkedIn menunjukkan bahwa pengaruh teknologi digital pada perubahan cara kerja manusia lebih besar daripada pengaruh perubahan iklim.
Saat ini pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika menggenjot pemerataan akses digital, khususnya di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Lewat Bakti Kominfo program Merdeka Sinyal 2024, dapat dijangkau 15.559 titik akses internet, termasuk juga pembangunan 2.401 BTS.
Sebab itulah, tiga isu prioritas yang diangkat Indonesia di Digital Economy Working Group (DEWG) dalam Presidensi G-20 ini sangatlah tepat. Ketiga isu prioritas itu ialah connectivity and post covid-19 recovery, digital skills and digital literacy, serta cross border data flow and data flow with trust. Pengerucutan tiga isu prioritas itu adalah wujud riil slogan Recover together, recover stronger yang digaungkan Indonesia. Sebab, tanpa ketiganya dijadikan isu terkait, pemulihan pascapandemi tidak akan berjalan serentak dan kuat.