NEWSTICKER

Perppu Cipta Kerja Disahkan, Aspek Indonesia: Kado Terburuk di Awal Tahun

5 January 2023 20:59

Penerbitan Perppu No.2 tahun 2022 tentang cipta kerja menuai kritik. Presiden Aspek Indonesia, Mirah Sumirat mengatakan bahwa disahkannya Perppu cipat kerja ini adalah kado terburuk di awal tahun bagi pekerja buruh.

"Kado terburuk di awal tahun telah diberikan oleh pemerintah terhadap kami pekerja buruh. Perppu yang kami harapkan seharusnya perppu pembatalan undang-undang cipta kerja," ujar Mirah Sumirat dalam Primetime News, Kamis (5/1/2023).

Terdapat tiga ketidakpastian yang dirasakan oleh pekerja buruh dengan disahkannya Perppu No.2 tahun 2022 di antaranya:

1. Ketidakpastian dalam mendapatkan upah para pekerja buruh. 
2. Ketidakpastian dalam mendapatkan status pekerjaan mereka
3. Ketidakpastian dalam mendapatkan jaminan sosial untuk pekerja buruh

Namun, Tenaga Ahli KSP, Ade Irfan Pulungan mengatakan bahwa keputusan disahkannya Perppu cipta kerja ini dikhawatirkan kedepannya akan terjadi resesi dan inflasi.

"Persoalannya adalah kedepannya itu kan kita butuh investasi ini, dikhawatirkan resesi. Presiden melihat jauh kedepan, melihat tantangan ini," kata Ade Irfan Pulungan alam Primetime News, Kamis (5/1/2023).

Menanggapi pernyataan Ade Irfan Pulungan, Ahli hukum tata negara, Denny Indrayana mengatakan bahwa alasan resesi atau inflasi dan perang rusia-ukraina menunjukkan bahwa tidak ada kegentingan yang memaksa untuk mengesahkan Perppu cipta kerja ini.

Sementara, Perppu dalam alasan konstitusionalnya disebut kegentingan yang memaksa. Selain itu, Perppu ini juga disebut cacat sejak lahir karena telah dibatalkan oleh Makmamah Konstitusional tetapi disahkan kembali. 

Lantas, pengesahan Perppu No.2 tahun 2022 tentang cipta kerja ini menguntungkan siapa?