Was-Was Rencana Pencabutan PPKM

22 December 2022 20:09

Pemerintah tengah mempertimbangkan mencabut kebijakan PPKM seiring melandainya kasus covid-19 di Indonesia. Kasus covid-19 Indonesia bisa dibilang sudah terkendali, karena selama 8 bulan ini parameter penilaian covid-19 sudah di bawah standar WHO. 

"Startegi PPKM adalah upaya pencegahan dan pengendalian. Ada tiga parameter dalam PPKM yakni angka konfirmasi, angka kematian dan angka hospitalisasi. Selama delapan bulan Indonesia sudah di bawah angka standar yang ditetapkan WHO. Jadi, ini sudah bisa dibilang terkendali," ujar Jubir Kemenkes RI Mohammad Syahril dalam Program Primetime News Metro TV, Kamis (22/12/2022).

Sementara itu, Epidemiolog Dicky Budiman mengatakan, kebijakan pemerintah untuk mencabut PPKM ini sangat rawan, karena di Tiongkok sendiri sedang mengalami masa krisis akibat varian baru covid-19.

"Kondisinya cukup rawan, kita tidak bisa lepas dari konteks global. Saat ini, China (Tiongkok) sedang krisis akibat varian baru. Bahkan negara di sekitar Tiongkok seperti India tengah melakukan penguatan. Di lapangan PPKM itu tidak begitu ketat, hanya bersifat psikologis dan politis saja. Jadi, kalau ini dicabut masyarakat merasa aman semua dan ini menjadi berbahaya," ujar Dicky Budiman. 

Menanggapi hal tersebut, Jubir Kemenkes RI Mohammad Syahril mengatakan, dengan angka-angka tersebut menunjukan Indonesia mampu untuk mengendalikan covid. Namun, kita harus tetap mengejar vaksinasi.

"Dengan delapan bulan angka-angka parameter PPKM kita di bawah standar WHO, itu menunjukan kita mempunyai kemampuan untuk mengedalikan covid-19. Seiring dengan pencabutan PPKM kita juga harus memperkuat vaksinasi agar imunitas ktia semakin kuat dan ini menjadi tanggung jawab bersama," pungkasnya. 

(M. Khadafi)


Close Ads X
Close Ads X