Jangan Cemooh OTT KPK

21 December 2022 08:06

Ada banyak musuh dalam pemberantasan korupsi. Musuh yang paling berbahaya bisa jadi sangat sederhana. Hal itu ialah sikap permisif atau pemakluman. 

Lebih parah lagi, pemakluman itu digembar-gemborkan pejabat negara. Hasilnya bukan saja kebangkrutan, melainkan juga budaya korupsi yang semakin mendarah daging. 

Sebab itu, ucapan Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan, kemarin, yang mencemooh operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bisa dianggap angin lalu. Bahkan, Presiden Jokowi pun mestinya pantas marah karena upaya panjangnya dalam perang melawan korupsi telah dikecilkan pembantunya sendiri.

Ketika berbicara OTT, sikap permisif untuk tidak sedikit-sedikit melakukan penangkapan juga sesungguhnya dapat menjadi bumerang. Sikap permisif itu pula yang kemudian dapat diartikan sebagai tebang piliih, yang selama ini sudah sangat dikritik.

Tidak hanya itu, ukuran besarnya nilai korupsi yang semestinya dilakukan OTT pun dapat sangat dipertanyakan. Sebab itu, sekali lagi, segala bentuk sikap permisif tidak boleh terjadi.

Kita harus sama-sama sepakat bahwa berapa pun nilainya, korupsi itu kotor. Alih-alih berpusing dengan besar-kecilnya, atau sering atau tidaknya KPK melakukan OTT, justru yang diperlukan ialah kerja sama memberantas korupsi. Semua pihak semestinya mendukung upaya pemberantasan korupsi sesuai dengan bidang masing-masing. Jangan mengerdilkan OTT KPK.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)