9 February 2023 20:49
DPR RI menegaskan teror kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nduga, Papua Tengah, kepada para pekerja dan awak pesawat Susi Air sangat mengkhawatirkan. DPR menyebut perbuatan KKB sudah tidak bisa ditoleransi dah harus ditindak tegas.
Menanggapi hal itu, pengamat intelejen Soleman Ponto mengapresiasi pendapat DPR untuk menindak tegas KKB. Menurutnya keberadaan KKB hingga saat ini dilatarbelakangi adanya keinginan sebagian masyarakat Papua untuk merdeka.
"KKB ada hingga saat ini karena ada di sebagian masyarakat yang ada di Papua yang masih menginginkan merdeka, jadi mereka (KKB) terus menerus melakukan ini untuk memperlihatkan eksistensinya bahwa kami (KKB) masih ada" ujar Soleman Ponto.
Soleman menduga penyandraan yang dilakukan KKB terhadap pilot Susi Air disebabkan karena faktor ekonomi dan politik. Ia menyarankan pemerintah terus melakukan komunikasi dan negosiasi dengan KKB agar korban penyandraan bisa diselamatkan.
Komandan Satgas Damai Cartenz Kombes Faizal Rahmadani menyebut pihaknya terus berupaya untuk melakukan pendeteksian dan penyelamatan terhadap pilot Susi Air, Philips Max Marthin. Namun, Ia menyatakan hingga kini lokasi sang pilot belum teridentifikasi. Faizal juga menyebut mobilisasi menjadi salah satu kendala untuk melakukan proses evakuasi pilot Philips.
"Dalam hal mobilisasi maupun penggeseran kekuatan menjadi permasalahan dan selain itu juga Distrik Paro juga tidak ada pos TNI maupun Polri," ujar Faizal Rahmadani.
Komandan Satgas Damai Cartenz berharap pendekatan yang dilakukan oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat bisa berjalan dengan baik sehingga pilot Susi Air dapat dibebaskan.