8 July 2023 16:32
Pembelian pesawat Dassault Mirage 2000-5 bekas dari Qatar menuai banyak kontroversi. Sejumlah pihak menyebutkan pembelian peasawat tempur bekas Mirage 2000-5 dari Qatar hanyalah pemborosan anggaran.
Pada dasarnya pengadaan pesawat terbang bisa dilakukan lewat hibah, beli bekas atau beli baru serta bisa juga buat sendiri dan kerja sama produksi. Namun, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memilih membeli jet tempur bekas milik Qatar.
Pengamat Militer Institute for Security and Strategic Studies, Khairul Fahmi mengatakan pengadaan pesawat tempur ini agak tricky. Sebab, hanya terlihat untuk menyelamatkan reputasi pemerintah.
"Pengadaan ini agak tricky, kesannya karena ini seolah-olah sekedar untuk menyelamatkan reputasi dari bayang-bayang kegagalan pencapaian Minimum Essential Force (MEF) yang merupakan tanggung jawab pemerintah," ujar Fahmi dalam Metro Pagi Primtine, Metro TV, Sabtu, 8 Juli 2023.
Khairul Fahmi juga menyebut membeli jet bekas itu wajar, tetapi dalam situasi mendesak, ketimbang pesan yang baru yang membutuhkan waktu tiga tahun. Namun, jet tempur Mirage 2.000-5, juga akan tiba 2025, sementara pesawat baru akan tiba tiga tahun lagi sekitar 2026.
"Ini kan pasti pemeliharaan, perawatan dan menjaga kesiapan tempurnya berbeda dengan pesawat baru. Beban kerja juga tidak bisa disamakan dengan pesawat baru. Menurut saya, kehadiran pesawat bekas akan berdampak pada pengeluaran biaya ekstra untuk menjaga pemerliharaan," ujar Fahmi.