2 May 2022 08:00
Idul Fitri kerap kali dimaknai sebagai Hari Kemenangan. Dimaknai demikian, karena inilah fase akhir setelah menjalani ujian selama Ramadan. Selama kurang lebih sebulan, umat muslim ditempa untuk menahan diri tidak hanya dari rasa lapar dan dahaga, tetapi juga dari berbagai godaan nafsu duniawi lainnya.
Selama bulan suci, mereka juga berlomba-lomba meningkatkan segala bentuk kebaikan, baik dalam bentuk ibadah kepada sang Pencipta maupun belas kasih terhadap sesama. Tujuannya tak lain agar kembali fitri (suci) pada saat Hari Kemenangan tiba. Tidak ada maknanya berpuasa jika selepas Ramadan tidak mampu mengikis segala perilaku buruk dalam diri.
Namun, kerap ada yang menyebut lebih sulit mempertahankan ketimbang merebut kemenangan. Ujian sesungguhnya ialah bagaimana mempertahankan dan memperkukuh kemenangan itu pada hari-hari selanjutnya. Idul Fitri hendaknya jadi momentum untuk memulai lembar kehidupan baru yang lebih baik.
Momentum ini bisa menjadi awal untuk saling menguatkan dengan meningkatkan rasa saling menyayangi dan berbagi kebahagiaan terhadap sesama sanak saudara, kerabat, dan handai tolan tanpa tersekat oleh perbedaan.