Duka Warga Manggarai Usai Diguncang Gempa Dahsyat

18 August 2026 18:11

Dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores pada Sabtu lalu meninggalkan duka mendalam, sekaligus kerusakan parah di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Meski tempat ibadah hancur, semangat warga tidak surut, tetap menjalankan ibadah di area terbuka di halaman masjid.

Batu-batu besar dan puing bangunan berserakan menutupi badan jalan di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Gempa dahsyat yang melanda Pulau Flores pada Sabtu lalu merusak sejumlah fasilitas umum dan permukiman warga hingga ambruk sebagian.

"Saat terjadi bencana, mereka panik gitu. Panik dan ingin melarikan diri, jadi lewat tangga turun kan ke luar, tapi tidak sempat karena durasinya sangat singkat." kata Korban Gempa, Stefanus Cundawan, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Selasa, 18 Agustus 2026.

Gereja setempat mengalami kerusakan ekstensif. Retakan lebar menjalar di sepanjang dinding, sementara bagian interior hancur menimbun patung-patung keagamaan di balik material bangunan yang runtuh. Kerusakan berat juga menimpa bangunan masjid. Dinding dan struktur utama masjid ambruk, membuatnya sama sekali tidak aman untuk digunakan.
 



Meski tempat ibadah mereka hancur, semangat warga tidak surut. Umat muslim di Reo tetap menjalankan ibadah bersama di area terbuka di halaman masjid.

"Karena kondisi gempa susulan yang terus-menerus terjadi, bahkan dalam beberapa jam kadang ada getaran, ada getaran.Sehingga walaupun kita melaksanakan salat secara berjamaah di luar, tetap ada perasaan dan kekhawatiran kami ketika melaksanakan ibadah tersebut. Karena kekhawatiran kami sesungguhnya bukan hanya kepada diri kami saja, karena ada orang di rumah juga." ucap Takmir Masjid, Humaidi.

Kini, warga menghadapi masa pemulihan yang berat di tengah duka kehilangan anggota keluarga dan tetangga. Di tengah reruntuhan yang menjadi saksi dahsyatnya bencana, doa bersama menjadi penguat warga untuk bangkit kembali.

"Kebetulan saya, anak saya ada tidur di lokasi masjid. Saya kasih keluar dulu baru saya teriak-teriak sudah keluarga yang lain juga yang di luar masjid ini ada yang masih tidur, kaget, langsung ambruk rumah. Jadi banyak yang masih di dalam rumah. Masih ada yang tidur, itu kejadiannya cepat sekali." ungkap warga, Kafa Wijaya.

Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus berupaya menyalurkan bantuan dan mendata total kerugian serta korban jiwa di lokasi bencana.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X