14 August 2026 13:53
Jayapura: Pelaku ekonomi kreatif di Papua didorong memperkuat kolaborasi lintas bidang untuk membangun ekosistem kreatif yang lebih kuat. Upaya tersebut dilakukan Imaji Papua melalui peringatan Hari Pemuda Internasional dengan mempertemukan ratusan pemuda dari berbagai komunitas kreatif di Jayapura, Papua, pada Kamis 13 Agustus 2026.
Head of Imaji Papua Yulika Anastasia mengatakan kolaborasi menjadi salah satu kunci untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Papua. Menurutnya, pelaku kreatif dari berbagai bidang perlu saling terhubung agar dapat berkembang bersama.
“Bukan hanya film, para pelaku kreatif dari fotografi, ilustrasi, musik, hingga UMKM didorong untuk saling terhubung dan tumbuh bersama,” ujar Yulika dalam tayangan Headline News Metro TV, Jumat 14 Agustus 2026.
Menurut Yulika, kegiatan tersebut menjadi ruang temu bagi pelaku ekonomi kreatif untuk berbagi ide, memperluas jejaring, serta membangun kolaborasi. Ia menilai pelaku ekonomi kreatif tidak dapat berjalan sendiri-sendiri dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.
Kolaborasi dinilai dapat memperkuat karya sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Pembangunan Papua, kata Yulika, tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur dan kebijakan, tetapi juga masyarakat yang bekerja, memproduksi, menjual, serta menggerakkan roda ekonomi.
Dalam kegiatan tersebut, Imaji Papua juga meluncurkan film dokumenter berjudul “Tong Masi”. Film berdurasi 33 menit yang diproduksi pada 2026 itu mengangkat cerita mengenai rantai ekonomi Papua.
“Film itu bercerita tentang ekonomi, rantai ekonomi Papua. Dan cerita tentang kopi, tentang sagu, tentang pinang, tentang sayur. Itu sangat dekat dengan identitas Papua sendiri,” kata Yulika.
Melalui kolaborasi lintas bidang, pelaku ekonomi kreatif diharapkan dapat mengembangkan potensi budaya dan kreativitas sekaligus memperkuat peluang ekonomi masyarakat Papua.