11 September 2026 23:32
Persiapan mental dan peningkatan rasa percaya diri dinilai menjadi tantangan terbesar bagi para atlet Indonesia yang akan bertanding di Asian Games 2026, dibandingkan dengan persiapan fisik maupun keterampilan (skill).
Vice CDM Asian Games 2026, Rama Datau, menjelaskan bahwa program latihan fisik dan teknik dapat dirancang serta diukur secara terstruktur oleh tim pelatih. Sebaliknya, pembentukan mental bertanding serta rasa percaya diri sangat bergantung pada kesiapan pribadi masing-masing atlet.
"Kalau fisik skill itu bisa dilatih ya. Artinya orang yang tadinya enggak bisa olahraga, ya dikasih latihan setiap hari pasti dia akan bisa. Tapi kalau mental itu balik lagi ke diri kita gitu, enggak ada yang bisa ngelatih mental untuk bisa lebih percaya diri," ujar Rama dalam tayangan Meet Nite Live Metro TV, Jumat, 11 September 2026.
Ia menambahkan bahwa peningkatan mental bertanding merupakan salah satu faktor paling menantang dalam dunia olahraga. Meski program latihan fisik dan keterampilan teknis sudah terpenuhi sesuai standar, kesiapan mental tetap menjadi kunci utama saat atlet berada di arena.
"Latihan fisik, latihan skill, semua itu pasti ada programnya. Tapi untuk mental, itu yang susah untuk bikin program. Jadi itu menurut saya tantangan terbesar, salah satunya adalah mental," jelas Rama.
Guna menjaga performa dan kepercayaan diri atlet, pihak kontingen juga berfokus mendorong dukungan moral dari masyarakat luas. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi seperti Tim Indonesia Day di Kemang Village serta dukungan melalui media sosial.