Presiden Prabowo Bawa Spirit Bandung di KTT BRICS 2026

13 September 2026 22:15

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membawa Spirit Bandung ke hadapan para pemimpin dunia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di New Delhi, India. Hadir dalam sesi terbatas bertajuk Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism, Presiden menyerukan pentingnya persatuan solidaritas negara-negara Global South dalam menghadapi dinamika tantangan dunia.

Di hadapan para delegasi BRICS, Presiden Prabowo mengutip pepatah historis Indonesia yang mencerminkan cikal bakal penyatuan negara-negara Asia dan Afrika di Bandung beberapa dekade silam. Ia menekankan bahwa Spirit Bandung yang lahir dari perjuangan melawan imperialisme dan kolonialisme masih sangat relevan dengan kondisi geopolitik saat ini.

"Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Kearifan sederhana ini menangkap spirit yang menyatukan negara-negara Global South dari Asia dan Afrika beberapa dekade lalu di Bandung," kata Prabowo dalam pidatonya, dikutip dari Primetime News, Metro TV, Minggu 13 September 2026.


Baca Juga :

Presiden menilai bahwa negara-negara Global South kini hadir sebagai bangsa yang merdeka dan duduk sejajar. Solidaritas ini diyakini akan menjadi motor penggerak utama agar suara negara berkembang semakin diperhitungkan di panggung internasional.

"Kita di Global South kini merasa suara kita didengar. Bangsa-bangsa yang baru saja meraih kemerdekaan, yang telah berjuang melawan imperialisme dan kolonialisme, kini berkumpul sebagai entitas yang setara. Kita memahami bahwa dengan berdiri bersama, suara kita akan terdengar lebih jauh. Kepentingan kita pun dapat dilindungi dan dimajukan dengan lebih baik," paparnya.

Pesan tersebut sekaligus menegaskan visi Indonesia bahwa Spirit Bandung bukan sekadar warisan sejarah masa lalu, melainkan fondasi yang masih relevan untuk mendorong tatanan dunia yang lebih inklusif.

Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa kekuatan kolektif dari aliansi BRICS tidak boleh hanya berhenti sebagai komitmen di atas kertas. Kekuatan koalisi ini wajib diterjemahkan menjadi peluang strategis dan manfaat nyata bagi masyarakat luas guna membangun tatanan internasional yang lebih adil dan setara.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X