12 September 2026 18:03
Jakarta: Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat menyiapkan lahan seluas sekitar 1.500 meter persegi di Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, untuk dibangun embung sebagai salah satu upaya mengurangi dampak banjir di Jakarta.
Lahan yang berada di kawasan RW 01 dan berbatasan dengan RW 02 tersebut merupakan aset Pemerintah Provinsi Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota. Lokasi dipilih karena menjadi salah satu titik yang paling awal tergenang saat hujan dan paling terakhir surut.
Lokasi tersebut berupa dataran rendah atau cekungan dan berada dekat dengan permukiman warga, kawasan pertokoan, serta perkantoran. Saat musim penghujan, genangan di kawasan tersebut bahkan dapat meluas hingga ke jalan raya sehingga mengganggu lalu lintas dan aktivitas masyarakat.
“Alasan dipilihnya tempat ini karena memang di lokasi ini biasanya terjadi banjir dan genangan air paling pertama muncul di sini dan juga surutnya paling terakhir, sehingga diperlukan embung untuk menampung air banjir dan juga genangan air,” ujar Jurnalis Metro TV Anwar Fuadi dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Sabtu 12 September 2026.
Pembangunan embung di Rawa Buaya saat ini masih dalam tahap proses administrasi dan penyusunan desain. Setelah proses tersebut selesai, pembangunan fisik akan dilakukan dengan pengerukan menggunakan alat berat dan pembangunan embung.
Selain di Rawa Buaya, Pemkot Jakarta Barat juga mengusulkan lahan sekitar 11 hektare dari total 65 hektare di kawasan Walungan, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, untuk dijadikan embung.
Pembangunan embung di sejumlah lokasi tersebut ditargetkan mulai dikerjakan secara fisik pada 2027. Nantinya, air dari kawasan permukiman akan dialirkan ke embung sehingga genangan yang biasa muncul saat musim penghujan dapat ditampung.
“Harapannya ketika ada embung, begitu musim penghujan tiba, ini air bisa tertampung di sana dan dampak banjir yang biasa dirasakan oleh warga ini bisa diminimalisir sehingga tidak mengganggu aktivitas warga,” katanya.