12 January 2026 21:46
Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang yang digelar pada Minggu 11 Januari 2026 berakhir ricuh. Mayoritas pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) memilih meninggalkan ruangan (walk out) dan menyatakan mosi tidak percaya terhadap struktur pengurus baru.
Kericuhan bermula saat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Tengah membacakan Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPD PSI Kota Semarang yang baru. Dalam SK tersebut, ditetapkan Bangkit Mahanantyo sebagai Ketua DPD dan Melly Pangestu sebagai Sekretaris.
Penetapan ini menuai protes keras dari peserta rapat. Sebanyak 13 dari total 16 DPC se-Kota Semarang menilai SK tersebut dipaksakan dan mengabaikan kesepakatan internal yang telah dibangun sebelumnya.
Ketua DPC PSI Semarang Utara, Hanif Nafila Rozak, menegaskan bahwa aksi walk out ini bukan bentuk penolakan terhadap figur Ketua DPD, melainkan protes terhadap penunjukan posisi Sekretaris.
"Kami menganggap ini sebagai kemunduran. Dulu Sis Melly pernah disomasi oleh teman-teman DPD yang lama dan mendapat mosi tidak percaya. Sekarang dimasukkan kembali, ini tentu mengecewakan teman-teman di bawah," ujar Hanif.
Hanif menambahkan bahwa 13 DPC merasa aspirasi mereka tidak didengar. Setelah DPW PSI Jateng menolak membatalkan SK tersebut dan meminta keberatan disampaikan ke pusat, para ketua DPC akhirnya memilih keluar ruangan dan membacakan deklarasi mosi tidak percaya di halaman gedung.
Respons Ketua DPD Baru
Menanggapi dinamika panas tersebut, Ketua DPD PSI Kota Semarang yang baru dilantik, Bangkit Mahanantyo, merespons dengan tenang. Ia menyebut perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam organisasi politik yang sedang berkembang.
"Partai menuju besar, pohon makin tinggi makin banyak angin menerpa. Jadi dinamika di dalam dunia politik bagi kami itu hal yang biasa," kata Bangkit.
Ia menegaskan akan tetap fokus pada target yang diberikan oleh Ketua Umum PSI, yakni memenangkan suara mutlak di Jawa Tengah. "Target dari Mas Ketum dan dalam Rakorwil kemarin enggak ada tawar-menawar, Jateng 'kandang gajah', PSI harus menang mutlak," pungkasnya.