Marah Atas Nama Allah

25 February 2026 03:56

Mengendalikan hawa nafsu dan amarah adalah salah satu esensi utama di bulan suci Ramadan. Namun, mengendalikan amarah bukan berarti tidak boleh marah sama sekali, melainkan tahu kapan harus marah karena Allah SWT.

Ustadz Das'ad Latif membagikan kisah penuh hikmah dari Ali bin Abi Thalib saat Perang Khandaq. Saat itu, Ali berhasil menjatuhkan musuhnya dan siap menebaskan pedang. Namun, tiba-tiba sang musuh meludahi wajahnya. Bukannya membalas, Ali justru menyarungkan pedangnya dan mundur.

Ketika ditanya alasannya, Ali menjawab, "Tadi aku ingin membunuhmu karena Allah. Tapi saat kau meludahiku, aku emosi. Niatku berubah karena harga diriku tersinggung. Aku tidak mau membunuhmu demi memuaskan egoku."

Ustadz Das'ad menyoroti betapa ironisnya sikap umat Islam saat ini jika dibandingkan dengan kisah tersebut. Di era media sosial, banyak orang mati-matian marah dan membela diri saat pribadinya disinggung. Namun, giliran agamanya dilecehkan, mereka justru diam dan berdalih bahwa itu adalah urusan ulama.

Padahal, Rasulullah SAW selalu bersabar saat pribadinya dihina, seperti saat dilempari kotoran oleh Abu Lahab. Namun, beliau akan bertindak tegas jika agama Allah dinodai.

"Tujuan akhir puasa adalah membentuk karakter yang bertakwa. Dan ciri orang bertakwa itu bukan marah karena pribadinya tersinggung, tapi marah karena Allah," tutur Ustadz Das'ad Latif.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)