Momen Idulfitri atau 1 Syawal menjadi puncak kemenangan bagi umat Muslim setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Namun, di balik sukacita tersebut, terdapat peringatan keras mengenai diterimanya amal ibadah selama bulan suci tersebut. Terdapat tiga golongan yang amal ibadahnya berisiko tidak diterima oleh Allah SWT jika tidak segera memperbaiki hubungan antarmanusia.
Dalam tayangan Cahaya Hati, Ustadz Das’ad Latif menceritakan peristiwa saat Rasulullah Muhammad SAW menaiki mimbar untuk berkhotbah pada 1 Syawal. Saat melewati tangga mimbar, Nabi terdengar mengucapkan kata 'Amin' sebanyak tiga kali, yang kemudian memicu pertanyaan dari para sahabat mengenai maknanya.
Rasulullah menjelaskan bahwa saat itu Malaikat Jibril membisikkan doa yang berisi permohonan agar Allah SWT tidak menerima amal ibadah tiga kelompok orang tertentu. Mengingat doa tersebut dipanjatkan oleh Malaikat Jibril dan diamini langsung oleh Rasulullah, maka doa tersebut pasti dikabulkan. Lalu siapakah tiga golongan tersebut?
1. Anak yang Durhaka kepada Orang Tua
Golongan pertama yang disebut adalah anak yang menyakiti hati kedua orang tuanya. Meski seseorang menjalankan puasa Ramadan dengan lengkap, tarawih yang sempurna, serta ibadah mahdhah lainnya dengan baik, amalnya bisa tertolak jika terdapat luka hati pada orang tua akibat perbuatannya.
2. Muslim yang Memutuskan Tali Persaudaraan
Golongan kedua adalah umat Muslim yang tidak mau memaafkan sesama dan memutuskan tali silaturahmi. Di era digital saat ini, fenomena penyebaran hoaks dan fitnah yang didasari kebencian seringkali memicu keretakan persaudaraan. Nabi menegaskan bahwa mereka yang memutuskan hubungan lebih dari tiga hari bukan merupakan bagian dari umatnya. Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk merapatkan kembali hubungan yang sempat renggang.
3. Istri yang Durhaka kepada Suami
Golongan terakhir yang didoakan agar amalnya tidak diterima adalah istri yang durhaka kepada suaminya. Hal ini merujuk pada tindakan mencaci atau menghina suami tanpa alasan yang jelas. Meskipun ibadah selama Ramadan terlihat sempurna, kedurhakaan terhadap pasangan dapat menjadi penghalang diterimanya amal tersebut.
Pesan ini menjadi pengingat penting bahwa diterimanya amal ibadah tidak hanya bergantung pada hubungan vertikal kepada Tuhan (hablum minallah), tetapi juga sangat ditentukan oleh hubungan horizontal kepada sesama manusia (hablum minannas).