4 Nelayan Terombang-ambing di Perairan Krakatau Berhasil Diselamatkan Tim SAR

Metro TV • 5 August 2026 21:53

Jakarta: Empat nelayan asal Lempasing, Teluk Betung, Bandar Lampung berhasil diselamatkan Tim SAR gabungan setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami mati mesin dan terombang-ambing di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau. Seluruh korban ditemukan dalam keadaan selamat meski salah seorang di antaranya mengalami kondisi lemas.

Peristiwa bermula saat kapal nelayan KM Baru Jaya mengalami gangguan mesin pada Selasa, 4 Agustus 2026 sekitar pukul 17.30 WIB ketika dalam perjalanan dari perairan Krakatau menuju Teluk Betung. Cuaca buruk membuat kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan sehingga hanyut di perairan.

Laporan mengenai kondisi darurat tersebut diterima Basarnas Lampung dari keluarga korban pada pukul 21.50 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, Tim Rescue Pos SAR Bakauheni diberangkatkan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 20,56 mil laut dari Pos SAR Bakauheni.
 



Setelah melakukan penyisiran, tim SAR berhasil menemukan kapal nelayan beserta empat awaknya sekitar pukul 01.15 WIB. Seluruh korban kemudian dievakuasi sementara ke Pulau Krakatau Besar untuk berlindung hingga kondisi cuaca memungkinkan mereka melanjutkan perjalanan.

Empat nelayan yang berhasil diselamatkan masing-masing bernama Najiburohman (35), Arman (60), Saiful Bahri (40), dan Marlon (40). Seluruhnya merupakan warga Lempasing, Teluk Betung, Bandar Lampung.

Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, mengatakan operasi penyelamatan berjalan lancar berkat respons cepat tim setelah menerima laporan dari keluarga korban.

"Operasi SAR untuk kapal nelayan mati mesin di area Perairan Krakatau untuk kapal KM Baru Jaya dari Lempasing, Teluk Bandar Lampung. Untuk ABK dan awak kapal bernama Najib, Saiful, Marlon, dan Arman, keempatnya berhasil kita evakuasi dalam keadaan selamat. Untuk satu orang masih kondisi lemas," kata Rezie.

Ia menambahkan, keempat nelayan untuk sementara ditempatkan di lokasi yang aman di sekitar Pulau Krakatau Besar sambil menunggu penjemputan oleh kapal nelayan lainnya.

"Rencananya kita akan tempatkan ke area Krakatau yang aman untuk bisa disandarkan dan lego jangkar agar nantinya dijemput oleh kapal dari pihak nelayan lainnya," ujar Rezie.

Basarnas Lampung menutup operasi pencarian dan penyelamatan setelah memastikan seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dengan selamat. Operasi tersebut turut didukung penggunaan peralatan khusus, seperti Aqua Eye dan Underwater Search Device (UWSD), untuk mendukung proses pencarian di perairan.

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X