Kronologi Tragedi Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Sumenep

4 August 2026 10:29

Kebakaran hebat menimpa KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Laut Jawa, tepatnya di utara Sumenep, saat tengah menempuh perjalanan dari Surabaya menuju Makassar.

Peristiwa bermula saat kapal yang mengangkut ratusan penumpang dan kendaraan ini sedang melintasi Laut Jawa. Secara tiba-tiba, api muncul dari area dek kendaraan di bagian bawah kapal. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada salah satu kendaraan.

Api merambat dengan sangat cepat dan sulit dikendalikan, hingga memicu kondisi darurat. Melihat situasi yang kian membahayakan, nakhoda kapal mengambil keputusan cepat dengan memerintahkan seluruh awak dan penumpang untuk segera meninggalkan kapal (abandon ship).

Sekitar satu hingga dua jam setelah perintah tersebut, Tim SAR gabungan dan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi tiba untuk memulai proses evakuasi. Namun, upaya penyelamatan sempat terhambat oleh terjangan gelombang tinggi serta adanya dugaan muatan kapal yang melebihi kapasitas.

Hingga proses evakuasi berakhir, tim SAR mencatat 234 penumpang berhasil diselamatkan. Meski demikian, musibah ini memakan korban jiwa sebanyak lima orang yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
 



Kejadian ini menambah daftar panjang kecelakaan transportasi laut di Indonesia sepanjang 2026. Sejak Januari hingga Agustus, rentetan kecelakaan kapal telah terjadi di berbagai wilayah seperti Labuan Bajo, Selat Makassar, Kepulauan Seribu, Teluk Tomini, dan Perairan Selayar dengan penyebab mulai dari cuaca ekstrem hingga ledakan mesin.

Menanggapi kejadian ini, publik mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi total terhadap keselamatan pelayaran. Audit kelaikan kapal, pengawasan ketat terhadap manifest penumpang, serta kepatuhan terhadap peringatan dini cuaca dari BMKG menjadi poin utama yang harus diperketat.

Selain itu, para penumpang diimbau untuk berperan aktif dalam menjaga keselamatan mandiri dengan memastikan nama terdaftar di manifest resmi, mengenali lokasi pelampung, serta segera melaporkan jika melihat indikasi percikan api selama pelayaran.

Saat ini, pihak berwenang tengah mendalami manifest penumpang dan melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta mengevaluasi kelaikan prosedur keselamatan pelayaran.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X