Perundingan Iran-AS Buntu, Rusia Siap Jadi Penengah

13 April 2026 21:32

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan siap membantu Iran untuk mencapai perdamaian di Timur Tengah. Hal ini disampaikan Putin saat berbicara melalui telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian usai gagalnya perundingan antara Iran dengan Amerika Serikat (AS), di Pakistan

Melalui sambungan telepon, Putin menekankan kesiapannya untuk memfasilitasi penyelesaian politik dan diplomatik atas agresi AS ke Iran, agar tercapai perdamaian adil yang abadi di Timur Tengah. 

Presiden Pezeshkian menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rusia atas bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada Iran. Pihaknya memuji prinsip Rusia di platform internasional untuk tujuan meredakan konflik.

Seperti diketahui, perundingan Iran dengan AS berakhir tanpa kesepakatan. Wakil Presiden AS JD Vance menuding Iran menolak memenuhi tuntutan utama AS, terutama komitmen tegas untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
 



“Tujuan ini tidak dapat ditawar,” ujar Vance, seraya menambahkan bahwa proses negosiasi terus dikoordinasikan dengan Presiden AS Donald Trump dan pejabat pemerintahan lainnya.

Di sisi lain, Iran menyalahkan Washington atas gagalnya perundingan tersebut. Otoritas penyiaran negara Iran menilai tuntutan AS terlalu berlebihan dan tidak realistis.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui Telegram, televisi pemerintah Iran menyebut delegasinya telah bernegosiasi secara intensif selama 21 jam demi mempertahankan kepentingan nasional.

Teheran juga mengklaim telah mengajukan berbagai inisiatif, namun menilai tuntutan AS 'tidak masuk akal' sehingga menghambat kemajuan dan memaksa perundingan diakhiri tanpa hasil.
 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)