Jakarta: Joan Laporta dipastikan kembali menduduki kursi nomor satu sebagai Presiden Klub Barcelona. Ia memenangkan pemilihan presiden yang digelar Minggu, 15 Maret 2026 waktu setempat. Kemenangan ini memberikan mandat kepada Laporta untuk memimpin klub raksasa asal Catalan tersebut hingga 2031 mendatang.
Laporta berhasil unggul telak atas pesaing utamanya, Victor Font. Dari total 48.400 suara yang dihitung dalam pemilihan ini, Laporta sukses mengantongi 36.117 suara, yang berarti ia unggul sejauh 24.643 suara dibandingkan perolehan Font. Meski demikian, angka partisipasi dalam pesta demokrasi internal klub ini terbilang rendah.
Barcelona mengonfirmasi bahwa hanya 42,34 persen pemilih yang berpartisipasi memberikan hak suaranya dari total 114.504 anggota pemegang hak suara sah.
Digelar Usai Kemenangan Atas Sevilla Pemungutan suara untuk posisi presiden ini diselenggarakan langsung di Camp Nou, tepat setelah Barcelona sukses membungkam Sevilla dengan skor meyakinkan 5-2 dalam lanjutan laga La Liga. Momen tersebut dimanfaatkan oleh jajaran pelatih, staf ofisial, hingga seluruh pemain tim utama untuk langsung memberikan hak suaranya di lokasi.
Selain di Camp Nou, pihak klub juga memfasilitasi empat titik pemungutan suara lainnya, yakni di Tarragona, Girona, Lleida, dan Andorra, yang seluruh prosesnya disiarkan secara langsung melalui akun resmi klub.
Pelatih Barcelona saat ini, Hansi Flick, turut meramaikan pemilihan tersebut. “Ini hari yang istimewa. Saya melihatnya di televisi di kantor saya di stadion, pemilihan sedang berlangsung, ini istimewa,” ungkap Flick yang merahasiakan pilihan kandidatnya.
Menariknya, mantan pelatih Blaugrana, Xavi Hernandez, yang belakangan sempat bersitegang dan menyebut Laporta ‘pembohong’ terkait isu Lionel Messi, juga dilaporkan hadir untuk memberikan hak suaranya dalam pemilihan kali ini. (Daffa Yazid Fadhlan)