Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengejek Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait harga obat-obatan. Dia heran terhadap sikap Macron yang belum menaikkan tarif harga obat.
"Emmanuel, Anda harus memberikan kesepakatan yang masuk akal kepada teman-teman baik Anda dari Amerika. Apa yang terjadi adalah Anda membayar harga yang sangat kecil untuk obat-obatan," kata Trump, dalam program Metro Siang Metro TV, Rabu, 11 Maret 2026.
Menurut Trump, dalam sebuah percakapan melalui sambungan telepon antara mereka berdua, Macron masih bersikeras tidak akan menaikkan tarif harga. Lalu Trump meyakininya bahwa dia bisa menetapkan kebijakan tersebut.
"Dia menjawab, 'Tidak Donald, saya tidak bisa berbuat apa-apa tentang itu'," kata Trump, menirukan ucapan Macron.
Macron menjawab, dalam percakapan itu, dia enggan menaikkan harga pil obat dari USD10 menjadi USD30. Sementara harga obat di AS akan turun dari USD130 menjadi USD20.
Enggan merespons lebih jauh, Trump mengancam akan menaikkan tarif 100 persen untuk semua wine dan sampanye dari Prancis yang masuk ke AS. Trump berdalih sudah mempunyai payung hukumnya.
Menurut Trump, Macron langsung sepakat menaikkan tarif obat setelah dia menggertaknya. Dari hasil itu, Trump merasa bisa meyakinkan negara lain untuk setuju dengan kesepakatannya.
"Jadi dia (Macron) setuju, semua orang setuju. Saya membuat setiap negara setuju. Dan sekarang Anda telah melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh presiden lain mana pun," ucapnya.