BPBD Kalimantan Tengah Siapkan Langkah Strategis Tangani Karhutla

29 July 2026 14:27

Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyebabkan kabut asap tebal mulai menyelimuti sejumlah kota besar seperti Palangka Raya dan Sampit, yang memicu penurunan kualitas udara hingga kategori tidak sehat. Pihak BPBD telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menangani karhutla tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, mengungkapkan saat ini terdapat di atas 150 titik api yang terpantau di wilayahnya. Penanganan difokuskan pada lahan gambut yang memiliki karakteristik sulit dipadamkan karena api tetap tersimpan di bawah permukaan tanah.

"Prioritas kami saat ini adalah Kabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya, khususnya daerah Jabiren dan Tumbang Nusa yang menjadi lokasi langganan penyumbang asap terbesar," jelas Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib dikutip dari tayangan Metro Siang, Metro TV, Rabu, 29 Juli 2026.
 

 

Pihak BPBD telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya:

  • Aktivasi Sekat Kanal: Membersihkan kanal agar air pasang bisa masuk dan membasahi lahan gambut.
  • Water Bombing: Mengerahkan dua unit helikopter setiap hari untuk pemadaman udara.
  • Operasi Modifikasi Cuaca (OMC): Bekerja sama dengan BNPB Pusat untuk menurunkan hujan buatan dalam 2-3 hari ke depan.
  • Pembuatan Sumur Bor: Menyiapkan sumber air di titik-titik rawan api sesuai arahan Gubernur Kalimantan Tengah.

Pemerintah daerah terus mengimbau agar masyarakat dan oknum perusahaan tidak memanfaatkan cuaca panas untuk membuka lahan dengan cara dibakar, mengingat sanksi pidana yang tegas bagi pelaku pembakaran lahan.

"Kita setiap hari ada tim khusus yang melakukan siaran keliling untuk mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar." ucap Ahmad.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X