Banjir akibat intentasitas
hujan yang besar dalam beberapa waktu terakhir masih terus mendalam sejumlah wilayah. Salah satunya adalah pemukiman warga di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten.
Di Periuk Damai RW 8, terdapat lima rukun tetangga (RT) yang terendam banjir. Kedalaman banjir mencapai dua sampai dengan empat meter.
Banjir menenggelamkan rumah-rumah warga. Bahkan hanya atap rumah warga yang terlihat. Sebagian warga juga dapat mengamankan diri di lantai dua rumah mereka.
Sebagian warga mengungsi di masjid dan sebagian lainnya memilih bertahan di rumah mereka.
Ketua RW 8 Heri Supantara mengatakan banjir diawali oleh kali yang meluap ke Situ Bulakan. Namun, air di Situ Bulakan turut meluap ke permukiman warga.
"Seluruhnya ada 286 kepala keluarga diungsikan ke masjid. Banjir berasal dari kali yang meluber ke Situ Bulakan. Situ Bulakan juga tidak bisa menampung hingga akhirnya perumahan di sekitar lingkungan," kata dia dikutip dari Metro Siang, Metro TV, Minggu, 25 Januari 2026.
"Dengan tanggulnya jebol dengan otomatis pasti dengan tiba-tiba. Jadi untuk evakuasi harta warga itu sebagian besar bisa terselamatkan dan sebagian kecil itu masih banyak yang terendam," sebutnya.
Wali Kota Tangerang Sachrudin, Kapolres, dan Kapolsek sempat memberi bantuan berupa makanan dan minuman di posko pengungsian RW 8 pada Sabtu, 24 Januari 2026.
"Kemarin memang hari kedua itu Pak Wali dan Polres dan Kapolsek sendiri hadir memang ada bantuan-bantuan seperti makan ringan kayak Indomie, minuman dan yang lain-lain. Kemarin memang sudah hadir ke pengungsi di di RW 8," kata dia.