8 Tips Penting Bertahan Hidup Saat Tersesat di Hutan Gunung

8 January 2026 15:27

Jakarta: Mendaki gunung merupakan aktivitas alam yang menantang namun memiliki risiko tersesat yang harus diantisipasi oleh setiap pendaki dengan pengetahuan mumpuni. Kesiapan mental dan pemahaman teknik bertahan hidup menjadi kunci utama agar pendaki dapat kembali dengan selamat saat kehilangan arah di hutan.

Lembaga ahli pendakian seperti Montana Hiking Trails hingga Appalachian Mountain Club merilis panduan keselamatan teknis bagi pendaki yang mengalami disorientasi arah. Pemahaman terhadap langkah-langkah mitigasi ini dapat meningkatkan peluang bertahan hidup secara signifikan sembari menunggu bantuan datang.
 

 

Langkah Penyelamatan Diri di Hutan

Pendaki perlu segera melakukan tindakan pencegahan memburuknya situasi begitu menyadari posisi mereka tidak diketahui atau terpisah dari rombongan. Berikut adalah delapan langkah krusial yang harus dilakukan jika tersesat di hutan gunung:
  1. Jangan Panik: Segera tenangkan diri karena data statistik tahun 1992-2007 menunjukkan 96 persen kasus pendaki tersesat berhasil selamat. Mengendalikan rasa takut adalah langkah awal untuk bisa berpikir jernih dan menyusun rencana penyelamatan.
  2. Tiup Peluit: Bunyikan peluit dengan pola tiga tiupan pendek secara berulang sebagai sinyal bahaya universal. Suara peluit yang nyaring akan lebih mudah didengar oleh tim penyelamat atau rombongan pendaki lain di sekitar lokasi.
  3. Tandai Wilayah: Buatlah keberadaan diri terlihat mencolok dengan menggantungkan pakaian berwarna cerah atau membuat api unggun di tempat aman. Tanda visual ini sangat membantu regu pencari untuk mendeteksi lokasi pendaki dari jarak jauh.
  4. Bangun Perkemahan: Mendirikan tenda atau mencari tempat berteduh alami adalah pilihan terbaik jika pendaki merasa ragu dengan kemampuan navigasinya. Berdiam di satu lokasi yang terlindung jauh lebih aman daripada memaksakan diri menembus hutan yang gelap.
  5. Lanjutkan Perjalanan Jika Yakin: Pendaki boleh bergerak hanya jika memiliki rencana navigasi yang matang menggunakan peta dan kompas. Pastikan arah yang dituju memiliki patokan jelas seperti perkampungan yang tertera dalam peta wilayah tersebut.
  6. Ikuti Aliran Sungai: Telusuri aliran sungai ke arah bawah dengan tetap menjaga jarak aman sekitar 30 meter dari bibir air. Aliran air biasanya bermuara ke dataran yang lebih rendah tempat permukiman penduduk sering ditemukan.
  7. Metode Penjuru Mata Angin: Lakukan penyisiran ke setiap arah mata angin selama lima menit lalu kembali ke titik awal jika menemui jalan buntu. Pastikan untuk selalu meninggalkan jejak penanda saat mencoba metode ini agar tidak semakin tersesat.
  8. Jaga Suhu Tubuh: Gunakan pakaian berlapis atau selimut darurat untuk mencegah risiko hipotermia yang mematikan. Penurunan suhu tubuh secara drastis bisa terjadi kapan saja meskipun kondisi cuaca sekitar tidak terasa terlalu dingin.
Penerapan delapan poin di atas secara disiplin dan tenang dapat memperpanjang daya tahan hidup pendaki di alam liar. Ketenangan pikiran serta tindakan yang sistematis adalah modal paling berharga dalam menghadapi situasi darurat tersebut.
 

Pendaki juga disarankan untuk selalu melapor kepada petugas basecamp dan membawa perlengkapan darurat sebelum memulai perjalanan. Persiapan yang matang sebelum mendaki akan meminimalisir dampak fatal dari risiko kecelakaan maupun insiden tersesat di gunung.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Daffa Yazid Fadhlan)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)