Rangkaian Utama Haji 2026 Tuntas, Jemaah Panjatkan Syukur Usai Tahalul

Mahmud Fauzi • 31 May 2026 14:03

Jakarta: Jutaan jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia, telah menuntaskan rangkaian utama ibadah haji 2026. Setelah menjalani wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melempar jumrah di Mina, hingga melaksanakan tawaf ifadah dan sa'i, para jemaah kini memasuki fase akhir pelaksanaan ibadah haji.

Rangkaian ibadah haji tahun ini berlangsung sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Wukuf di Arafah sebagai puncak ibadah haji dilanjutkan dengan mabit di Muzdalifah, kemudian melempar Jumrah Aqabah di Mina.

Setelah menyelesaikan prosesi di Mina, jemaah bergerak menuju Makkah untuk melaksanakan tawaf ifadah dan sa'i antara Bukit Shafa dan Marwah. Kedua ibadah tersebut merupakan bagian dari rukun haji yang wajib ditunaikan oleh setiap jemaah.
 



Usai menyelesaikan tawaf ifadah dan sa'i, jemaah melaksanakan tahalul dengan mencukur atau memotong rambut. Tahalul menjadi penanda berakhirnya sebagian besar larangan ihram sekaligus simbol selesainya rangkaian utama ibadah haji.

Dengan tuntasnya wukuf, tawaf ifadah, sa'i, dan tahalul, para jemaah pada dasarnya telah menyelesaikan seluruh rukun haji yang menjadi syarat sah pelaksanaan ibadah haji.

Jemaah Bersyukur Bisa Menuntaskan Seluruh Rangkaian Haji

Salah satu jemaah asal Indonesia, Waginem, mengaku bersyukur dapat menunaikan ibadah haji yang menurutnya merupakan undangan langsung dari Allah SWT.

"Yang saya syukuri, alhamdulillah saya tidak pernah bermimpi untuk pergi ke sini, tetapi ternyata Allah sudah mengundang saya dua kali. Saya berharap anak cucu, keluarga, teman-teman, dan guru-guru saya juga bisa merasakan kesempatan yang sama," ujar Waginem.

Ia mengaku banyak pengalaman spiritual yang membekas selama menjalani ibadah haji, termasuk saat bermalam di tenda dan menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Hal senada disampaikan Rostani yang mengaku sangat bersyukur karena seluruh proses ibadah berjalan lancar sejak tiba di Arab Saudi hingga menyelesaikan rangkaian puncak haji di Mina.

"Saya sangat bersyukur semuanya berjalan baik sejak datang sampai bermalam di Mina. Saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih banyak beribadah setelah pulang dari haji," kata Rostani.

Sementara itu, Nasran, jemaah berusia 17 tahun, menyebut kesempatan berhaji di usia muda sebagai hadiah terbesar dalam hidupnya.

"Alhamdulillah, di umur 17 tahun ini undangan atau hadiah terbesar dalam hidup saya adalah bisa pergi haji. Saya senang bisa melewati seluruh rangkaian ibadah, termasuk melempar Jumrah Aqabah yang cukup menguras tenaga," ungkap Nasran.

Menurutnya, perjalanan menuju lokasi pelemparan jumrah yang mencapai beberapa kilometer menjadi salah satu tantangan fisik yang cukup berat bagi sebagian jemaah.

(Zein Zahiratul Fauziyyah)