Jakarta: Perjalanan Shin Tae-yong bersama Persija Jakarta diprediksi tidak mudah dan penuh dengan tantangan. Terlebih ini merupakan kali pertama Shin Tae-yong melatih klub sepak bola di luar Korea Selatan (Korsel).
"Selain di Korsel itu, dia baru pertama kali menangani klub di luar negaranya. Dan sekarang dia mengambil kesempatan itu di Persija," ujar Pengamat Sepak Bola Ronny Pangemanan, dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu, 10 Juni 2026.
"Ini adalah sebuah pertaruhan besar buat dia," kata Bung Ropan, biasa dia disapa.
Bagi Bung Ropan, tolok ukur pembuktian Shin Tae-yong dilihat dari 10 pertandingan pertamanya bersama Macan Kemayoran. Jika 10 pertandingan pertamanya mencatatkan hasil buruk, maka akan menjadi alarm keras untuk mantan Pelatih Timnas Indonesia itu.
"Untuk bisa membuktikan kualitas dia akan ditentukan dalam 10 pertandingan pertama. Kalau jeblok 10 pertandingan pertamanya, ya sulit, akan berhadapan dengan pemecatan juga," kata Bung Ropan.
(Bung Ropan (kiri) dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV. Foto: tangkap layar Metro TV)
Patahkan dominasi Persib
Di satu sisi, Bung Ropan memahami maksud manajemen Persija mendatangkan Shin Tae-yong. Mereka punya target agresif untuk mematahkan dominasi rival mereka,
Persib Bandung, yang selama tiga musim terakhir ini selalu mendominasi Liga Super Indonesia.
"Dan kedatangan Shin Tae-yong ini dijadikan sebagai satu momentum terbaik mereka untuk menyambut ulang tahun kota Jakarta ya, 500 tahun. Dan di sanalah target yang diusung oleh manajemen Persija," ucap Bung Ropan.
Persija resmi memperkenalkan Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala yang baru untuk musim 2026/2027, menggantikan Mauricio Soza. Shin Tae-yong dikontrak Persija selama tiga tahun.
Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS) Jakarta, Senin, 8 Juni 2026. Pengumuman disiarkan secara langsung lewat kanal YouTube Persija TV.
"Semoga pilihan kita ini akan menjadi titik balik untuk masa depan persija," kata Presiden Persija Mohamad Prapanca dalam konferensi pers, Senin, 8 Juni 2026.