Singapura Mulai Kaji Pemanfaatan Energi Nuklir

11 June 2026 16:09

Pemerintah Singapura mulai mempersiapkan infrastruktur pendukung energi nuklir dengan menyiapkan fasilitas penyimpanan limbah radioaktif. Langkah ini menjadi bagian dari upaya negara tersebut mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil di tengah krisis energi dan ketidakpastian geopolitik global.

Dikutip dari tayangan Zona Bisnis Metro TV, Kamis 11 Juni 2026, berdasarkan laporan media lokal menyebutkan Singapura telah merancang skema pengelolaan limbah nuklir, termasuk kemungkinan membangun fasilitas penyimpanan jauh di bawah permukaan tanah untuk menampung material radioaktif yang sensitif. Persiapan ini dilakukan seiring kajian menyeluruh yang tengah dilakukan pemerintah terkait peluang pengoperasian pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di masa depan.

Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, sebelumnya menyatakan pemerintah akan melakukan penilaian terhadap 19 kriteria utama sebelum memutuskan penggunaan energi nuklir. Aspek yang dikaji mencakup keamanan reaktor, pengelolaan limbah radioaktif, hingga kesiapan sistem tanggap darurat apabila terjadi insiden.


Persiapan pengelolaan limbah menjadi perhatian penting karena limbah radioaktif dari operasional PLTN dapat tetap aktif selama ribuan tahun. Jika tidak ditangani dengan baik, material tersebut berpotensi menimbulkan risiko serius bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Karena itu, hasil kajian yang dilakukan otoritas energi Singapura bersama lembaga internasional diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan tata kelola penyimpanan dan pembuangan limbah radioaktif yang aman. Langkah tersebut dinilai krusial untuk memastikan transisi menuju energi nuklir dapat dilakukan tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan keberlanjutan lingkungan.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)