Kisah Inspiratif Brigpol Tiara Nissa, Polwan Penjaga Perdamaian Dunia di Afrika

29 August 2026 01:32

Jakarta: Brigpol Tiara Nissa menjadi salah satu Polwan Indonesia yang dipercaya menjalankan misi perdamaian dunia di Afrika. Bertugas di wilayah konflik, Tiara membawa misi kemanusiaan sekaligus nama Indonesia di kancah internasional.

Tiara merupakan Polwan Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri asal Pasuruan, Jawa Timur. Ia telah dua kali mendapat kepercayaan bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah.

Penugasan pertama dijalani Tiara sebagai bagian dari Formed Police Unit (FPU) Minusca pada 2019 hingga 2020. Setelah itu, ia kembali ditugaskan sebagai Individual Police Officer (IPO) di Minusca pada 2024 hingga 2026.

“Alhamdulillah diberikan kepercayaan oleh Polri pernah bertugas sebanyak dua kali penugasan di Minusca atau di Republik Afrika Tengah,” kata Tiara dalam tayangan Meet Nite Live Metro TV, Jumat 28 Agustus 2026.

Pengalaman tersebut membuat Tiara harus terbiasa menjalankan tugas di tengah situasi keamanan yang penuh tantangan. Namun, ia tetap membawa pendekatan kemanusiaan dalam menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian.

Kini, Tiara juga dipercaya menjadi instruktur IPO dan FPU Polri. Ia bertugas mempersiapkan personel Polri yang akan diterjunkan dalam berbagai misi perdamaian internasional.

“Kami saat ini juga sebagai instruktur IPO dan FPU Polri yang akan dipersiapkan untuk deployment di misi area,” kata Tiara.

Polri diketahui mengirim peacekeeper ke sejumlah misi internasional, seperti MONUSCO di Kongo, MINUSCA di Afrika Tengah, UNISFA di Abyei, UNMISS di Sudan Selatan, hingga UNFICYP di Siprus.

Sebelumnya, Tiara juga mendapat kesempatan menempuh pendidikan selama dua tahun di Akademi Kepolisian Turki melalui program S2 non-tesis yang diberikan Polri.

Selama berada di Turki, Tiara bahkan mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Menurutnya, pengalaman tersebut membuka kesempatan untuk bertukar budaya dengan mahasiswa dari berbagai negara.

“Alhamdulillah Tiara bisa membuktikan bahwa kita orang Indonesia bisa eksis di mana pun berada,” ujarnya.

Meski terbiasa berada jauh dari Indonesia, Tiara mengaku tetap merasakan kerinduan terhadap sejumlah hal dari Tanah Air. Salah satunya makanan khas Indonesia seperti tempe dan sambal.

Namun, pengalaman bertugas di Afrika dan menempuh pendidikan di Turki justru semakin menguatkan keyakinannya terhadap peran perempuan Indonesia di dunia internasional.

Tiara berpesan kepada seluruh Polwan Indonesia agar terus berkreasi dan mengambil peran dalam berbagai bidang, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kita sebagai Polisi Wanita Indonesia bukan hiasan dalam barisan, tapi kita hadir sebagai penggerak dalam suatu perubahan tersebut,” tegasnya.

Ke depan, Tiara ingin terus mengembangkan kariernya di kepolisian sekaligus mengharumkan nama Indonesia. Ia juga telah mendapat penghargaan dari Kapolri untuk melanjutkan pendidikan sebagai inspektur perwira.

“Kami sebenarnya sudah mendapatkan penghargaan dari Bapak Kapolri untuk bisa melanjutkan sekolah inspektur perwira. Kalau misalnya memang tidak ada hambatan insya Allah bisa di tahun depan. Mohon doanya semuanya,” kata Tiara.

Bagi Tiara, perjalanan sebagai Polwan tidak hanya tentang menjalankan tugas, tetapi juga menjadi representasi Indonesia di mana pun berada.

“Kedepannya tetap menjadi Polisi Wanita Indonesia yang bisa mengharumkan nama Indonesia di mana pun berada dan melakukan yang terbaik untuk Polri dan Indonesia,” pungkasnya.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X