Semangat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia membara hingga ke Stockholm, Swedia. Meski berlangsung di bawah terik cuaca musim panas yang melanda Benua Eropa, ratusan diaspora Indonesia tetap antusias mengikuti rangkaian peringatan kemerdekaan yang dipusatkan di Wisma Duta Hakroken Lidingo.
Berbagai kalangan mulai dari keluarga korps diplomatik, mahasiswa, pekerja, hingga warga lokal sahabat Indonesia berkumpul membawa satu identitas yang sama. Upacara pengibaran bendera Merah Putih berlangsung dengan khidmat, dipimpin oleh petugas yang berasal dari berbagai latar belakang diaspora.
Dedikasi Diaspora: Tempuh Perjalanan Jauh demi Paskibra
Keunikan dalam upacara tahun ini adalah dedikasi para petugas pengibar bendera. Sebagian dari mereka harus menempuh perjalanan jauh dari luar kota Stockholm demi mengikuti latihan rutin baris-berbaris.
Salah satunya adalah Nicky Eka, anggota Paskibra yang tinggal di Kota Uppsala. Ia harus menempuh waktu perjalanan sekitar satu setengah hingga dua jam setiap kali latihan maupun saat hari pelaksanaan
upacara.
"Sejujurnya saya bersyukur dan bangga bisa mendapatkan kesempatan ini. Saya pernah mengibarkan bendera 13 tahun lalu di Yogyakarta, dan saat ada kesempatan di sini, saya ingin berkontribusi lagi sebagai Paskibra," ujar Nicky dengan bangga.
Resepsi Diplomatik: Tingkatkan Visibilitas Indonesia
Tak hanya upacara bendera, perayaan berlanjut dengan resepsi diplomatik yang bertujuan mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Swedia. Acara ini menjadi ajang penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi nasional kepada pemangku kepentingan di Swedia.
Duta Besar RI untuk Swedia, Yayan Ganda Hayat Mulyana, menekankan bahwa momentum 17 Agustus adalah kesempatan emas bagi diplomasi Indonesia di kancah internasional.
"Sore harinya kita mengadakan resepsi diplomatik. Ini bukan hanya praktik diplomasi lumrah, tapi kesempatan sangat baik untuk meningkatkan visibilitas Indonesia. Tema yang diusung sangat kental dengan Indonesia, mulai dari culture showcasing hingga pengenalan potensi nasional agar lebih dipahami komunitas internasional di sini," jelas Dubes Yayan.
Promosi Budaya Lewat Tari dan Paduan Suara
Kemeriahan resepsi diplomatik semakin lengkap dengan penampilan Tari Ratu Jaro yang memukau tamu undangan. Selain itu, hadir pula tim paduan suara dari Universitas Cendrawasih (Uncen) Papua. Tim ini baru saja mengharumkan nama bangsa setelah meraih penghargaan dalam lomba paduan suara internasional yang digelar di Swedia beberapa waktu lalu.
Rangkaian acara ini membuktikan bahwa bagi diaspora di luar negeri,
kemerdekaan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk menjaga nasionalisme sekaligus menjadi duta budaya di negeri seberang. Merah Putih pun tetap berkibar tinggi di langit Skandinavia.