Cuaca Makkah Capai 42 Derajat, Jemaah Lansia Diimbau Salat di Hotel

Mahmud Fauzi • 4 May 2026 18:16

Makkah: Suhu udara di Kota Makkah mencapai 42 derajat Celsius, memicu status siaga bagi jemaah haji, khususnya asal Indonesia. Kondisi panas ekstrem ini mendorong petugas untuk mengeluarkan imbauan khusus, terutama bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.

Berdasarkan sistem peringatan dini (early warning system) dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, suhu di Madinah juga tercatat tinggi, yakni sekitar 40 derajat Celsius. Selain suhu yang terik, kelembapan udara yang rendah, sekitar 12 persen, turut memperparah kondisi cuaca di Tanah Suci.

Situasi ini menempatkan wilayah Makkah dan Madinah dalam status siaga dua, dengan potensi suhu berkisar antara 40 hingga 45 derajat Celsius. Jemaah diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan.
 



Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memberikan sejumlah rekomendasi untuk menjaga kesehatan jemaah. Salah satu imbauan utama adalah agar jemaah lansia melaksanakan salat Dzuhur dan Ashar di hotel guna menghindari paparan panas ekstrem di siang hari.

Selain itu, jemaah yang harus beraktivitas di luar ruangan diwajibkan menggunakan pelindung diri seperti sandal, masker, dan payung. Konsumsi cairan juga menjadi perhatian penting, dengan anjuran untuk rutin minum air putih atau air zamzam tanpa menunggu rasa haus.

Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, Enny Nuryanti, mengingatkan risiko heat stroke yang dapat terjadi akibat paparan panas berlebih.

“Heat stroke ini merupakan kondisi di mana suhu tubuh meningkat hingga mencapai 40 derajat Celsius atau lebih, biasanya karena paparan sinar matahari atau aktivitas terlalu lama di luar ruangan,” ujar Enny.

Ia menambahkan, pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga asupan cairan dan membatasi aktivitas di luar ruangan.

“Jemaah disarankan minum sekitar 200 ml per jam, tidak menunggu haus. Jika perlu bisa ditambahkan oralit. Selain itu, gunakan pakaian longgar, semprotkan air ke tubuh, dan batasi aktivitas di luar. Untuk salat Dzuhur dan Ashar, sebaiknya dilakukan di hotel,” jelasnya.

Enny juga menyarankan agar pelaksanaan ibadah umrah dilakukan pada malam hari guna menghindari suhu ekstrem di siang hari.

Dengan kondisi cuaca yang panas dan kering ini, jemaah diharapkan dapat menjaga kesehatan secara optimal agar tetap mampu menjalankan rangkaian ibadah haji dengan lancar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)