3 January 2026 17:47
Maraknya kasus kekerasan yang melibatkan anak di bawah umur kembali menjadi alarm serius. Kecanduan game online diduga kuat menjadi salah satu pemicu utama gangguan kesehatan mental yang berujung pada perilaku agresif dan hilangnya kontrol diri pada anak.
Fenomena ini menjadi pembahasan utama dalam kajian ilmiah dan diskusi publik nasional bertajuk 'Partisipasi Kesehatan sebagai Ideologi Kesehatan Bangsa' yang diselenggarakan oleh Indonesia Health Development Center (IHDC).
Mantan Menteri Kesehatan RI sekaligus Ketua Dewan Pembina IHDC, Nila Moeloek, menyinggung kasus tragis yang baru-baru ini terjadi di Medan. Seorang anak berusia 12 tahun tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri. Motif di balik aksi keji tersebut diduga karena sang anak merasa sangat marah setelah aplikasi game online miliknya dihapus.
Nila Moeloek menegaskan bahwa kecanduan digital pada level akut dapat menyebabkan gangguan emosi serius, tantrum, hingga hilangnya kontrol perilaku yang fatal.
"Bagaimana kok sampai anak ini bisa membunuh ibunya? Begitu marahnya dia karena game-nya itu dihapus dalam hal ini. Saya rasa ini adalah peringatan akan kelainan tingkah laku yang harus kita waspadai," ujar Nila Moeloek.
| Baca juga: Lestari Moerdijat Dorong Penguatan Sistem Perlindungan Perempuan dan Anak |