16 September 2026 21:10
Ketapang: Kasus gangguan pernapasan pada lansia di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, Kalimantan Barat, meningkat hingga 50 persen dalam dua pekan terakhir. Lonjakan tersebut terjadi di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Yang sekarang meningkat adalah kasus asma, TBC, dan PPOK di RSUD ini signifikan naik di 50 persen,” kata Kabid Pelayanan dan Keperawatan RSUD dr. Agoesdjam Yulia Ningsih dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Rabu 16 September 2026.
Yulia mengatakan peningkatan kasus terutama terjadi pada pasien lansia yang memiliki penyakit penyerta.
“Kalau untuk masalah pernapasan, ya, akibat karhutla ini justru yang lansia,” ujar Yulia.
Dalam dua pekan terakhir, RSUD dr. Agoesdjam mencatat 109 kasus gangguan pernapasan yang terdiri dari asma, tuberkulosis (TBC), dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
“Jadi untuk TBC ini dua minggu ini aja ada 38, asmanya ada 58, dan PPOK 13. Ini semuanya lansia yang mempunyai penyakit penyerta,” ujarnya.
Pihak rumah sakit menyiagakan dua dokter spesialis paru untuk menangani pasien dengan gangguan pernapasan. Rumah sakit juga menyediakan terapi uap dan obat-obatan bagi kelompok rentan.
Lonjakan kasus tersebut terjadi seiring memburuknya kualitas udara di Ketapang, terutama pada pagi hari akibat kabut asap karhutla.
Warga diimbau membatasi aktivitas di luar rumah ketika kabut asap sedang pekat. Penggunaan masker juga dianjurkan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.