14 April 2026 09:33
Para pengendara di Amerika Serikat kini harus menghadapi tekanan ekonomi ganda yang menghimpit daya beli mereka secara signifikan. Kondisi ini dipicu oleh lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) serta melambungnya harga kendaraan di dealer-dealer otomotif.
Ketegangan geopolitik menjadi faktor utama di balik guncangan pasar minyak dunia. Dampak dari penutupan Selat Hormuz yang tak kunjung usai serta konflik di Timur Tengah telah mendorong harga BBM di Amerika Serikat terus merangkak naik. Hingga berita ini diturunkan, harga BBM dilaporkan telah menyentuh level tertinggi sejak 2022, dengan harga rata-rata mencapai 4 dolar AS per galon.
Bagi warga dengan penghasilan tetap, kenaikan ini memberikan dampak psikologis yang besar sekaligus menggerus daya beli mereka untuk kebutuhan sehari-hari.
| Baca juga: Bank Dunia, IMF, dan IAE Respons Dampak Konflik di Timur Tengah |