Jakarta: Pemandangan unik menyelimuti kasta tertinggi sepak bola Spanyol melalui peluncuran program khusus bertajuk La Liga atau Liga Sepak Bola Profesional Spanyol Retro Matchday.
Namun, perhatian publik tertuju pada Real Madrid dan Barcelona absen memakai jersei klasik di La Liga saat 38 dari 42 klub profesional lainnya justru serentak merayakan identitas sejarah mereka melalui seragam bernuansa nostalgia.
Dilansir dari Entertainment and Sports Programming Network (ESPN) bahwa gebrakan besar ini mengubah atmosfer pertandingan menjadi serba vintage, mulai dari penggunaan bola pertandingan khusus hingga grafis siaran televisi yang diubah menyerupai era lawas.
Program yang sebelumnya telah diperkenalkan dalam ajang Madrid Fashion Week atau Pekan Mode Madrid ini bertujuan menghubungkan nilai tradisi klub dengan pengalaman penonton modern melalui sentuhan mode dan komersial yang kuat.
Absen pakai jersei klasik
Absennya dua penguasa El Clasico tersebut disebabkan oleh alasan yang berbeda. Barcelona dilaporkan tidak dapat mengenakan jersei retro karena kendala teknis dan logistik; waktu persiapan yang hanya dimulai sejak Maret 2026 dinilai terlalu mepet untuk proses desain, persetujuan sponsor, hingga produksi massal.
Selain Barcelona, kendala serupa juga dialami oleh Rayo Vallecano dan Getafe, meskipun ketiga klub tersebut tetap menyatakan dukungan simbolis terhadap kampanye ini.
Kondisi berbeda ditunjukkan oleh Real Madrid yang memilih untuk sama sekali tidak berpartisipasi dalam proyek terkoordinasi pertama di liga besar Eropa ini.
Tanpa adanya penjelasan resmi yang detail, keputusan Madrid terlihat sebagai langkah kebijakan internal yang kontras dengan mayoritas klub lain.
Walaupun tanpa kehadiran seragam ikonik dari duo raksasa tersebut, kampanye ini tetap mencetak sejarah baru dalam strategi pemasaran sepak bola internasional yang menonjolkan kekuatan emosi dan tradisi.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Muhammad Fauzan)