Prabowo–Megawati Bahas Isu Strategis dan Geopolitik dalam Pertemuan di Istana

19 March 2026 17:55

Jakarta: Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Kamis, 19 Maret 2026 membahas sejumlah isu strategis terkait persoalan bangsa hingga dinamika geopolitik global.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan, pertemuan tersebut berlangsung lebih dari dua jam dalam suasana akrab. Ia menyebut, Megawati memandang pertemuan itu sebagai pertemuan antara dua tokoh lama.

“Ibu Megawati mengatakan ini adalah pertemuan teman lama, sehingga berlangsung dengan penuh keakraban selama lebih dari 2 jam,” ujar Hasto dalam pernyataan resminya.
 


Dalam pertemuan tersebut, Megawati turut didampingi oleh Ketua DPR RI Puan Maharani. Pembahasan yang berlangsung mencakup berbagai persoalan strategis bangsa dan negara, termasuk isu geopolitik yang tengah dihadapi Indonesia.

“Di dalam pertemuan kedua pemimpin tersebut dibahas berbagai persoalan bangsa dan negara, termasuk persoalan geopolitik yang kita hadapi saat ini,” kata Hasto, menambahkan.

Hasto menjelaskan, pengalaman Megawati dalam memimpin Indonesia saat menghadapi krisis multidimensional juga menjadi bagian dari diskusi. Pendekatan kebijakan yang menekankan sense of urgency dan sense of priority turut dibagikan dalam pertemuan tersebut.

“Tentu Ibu Megawati dalam pengalamannya yang luas menyelesaikan krisis multidimensi, beliau menyampaikan berbagai hal terkait dengan sense of urgency dan sense of priority,” jelas Hasto.

Selain itu, peran Indonesia dalam kancah internasional seperti Konferensi Asia Afrika, Gerakan Non-Blok, serta prinsip politik luar negeri bebas aktif juga turut menjadi pembahasan. Megawati juga membagikan pengalamannya terkait kunjungan luar negeri terakhir ke Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.

Hasto menilai pertemuan tersebut mencerminkan pentingnya tradisi dialog antar pemimpin bangsa.

“Ini menjadi suatu pertemuan yang sangat baik, pertemuan yang menunjukkan bagaimana tradisi silaturahim terus dibangun antar para pemimpin untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara kita,” ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)