Kasus Campak Meningkat di 14 Provinsi, Masyarakat Diminta Segera Vaksinasi

24 April 2026 14:11

Kasus campak kembali meningkat dan menjadi perhatian serius pemerintah. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat hingga pertengahan Maret 2026 terdapat 58 kejadian luar biasa (KLB) yang tersebar di 39 kabupaten/kota di 14 provinsi.

Gejala campak umumnya meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata memerah, serta ruam kemerahan di seluruh tubuh. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius seperti radang paru, kejang, gangguan penglihatan, hingga kematian.

Pemerintah menegaskan bahwa langkah pencegahan paling efektif adalah melalui imunisasi lengkap sejak usia dini. Selain itu, masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk, menggunakan masker saat sakit, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala.
 

Baca juga: Vaksinasi Campak di Banten Baru 68 Persen

Praktisi kesehatan masyarakat, dr Ngabila Salama, menekankan pentingnya respons cepat dalam menangani kasus campak. Menurutnya, masyarakat tidak perlu ragu untuk melengkapi vaksinasi.

“Kasus campak saat ini sudah banyak yang meninggal, sekitar 90 orang lebih. Satu kasus kematian saja sudah termasuk kejadian luar biasa, sehingga harus segera dilakukan surveilans detect prevent respond,” ujarnya, dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Jum'at 24 April 2026. 

Ngabila menjelaskan bahwa langkah “detect” berarti menemukan dan mendiagnosis kasus sedini mungkin serta melakukan isolasi, sementara “prevent” dilakukan melalui imunisasi, bahkan dengan cakupan tambahan tidak hanya untuk bayi dan balita, tetapi juga kelompok usia lain.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)