Speedboat Pembawa 5 Jurnalis Dinilai Laik Berlayar Sebelum Hilang Kontak

9 September 2026 18:12

Pemilik speedboat, Sandi Wiasa, memastikan kapal miliknya dalam kondisi laik berlayar saat membawa rombongan lima jurnalis untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, dari Pantai Carita, Pandeglang, Banten. Rombongan itu mulai berlayar, pada Senin, 7 September 2026.

Sandi menjelaskan bahwa kapal jenis longboat tersebut merupakan armada khusus wisata tujuan Krakatau dan Ujung Kulon yang sudah biasa beroperasi. Selain mengantongi dokumen perizinan dan dilengkapi jaket pelampung, kapal tersebut dikemudikan oleh nakhoda yang dinilai sangat berpengalaman.

“Itu kapal khusus untuk Krakatau, Ujung Kulon, untuk wisata. Nakhodanya sangat berpengalaman. Bahkan dia bisa ke luar pulau, ke Papua, ke mana-mana. Biasanya seperti itu,” ungkap Sandi dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Rabu, 9 September 2026.
 


Karena tidak memiliki perangkat radio khusus, komunikasi selama pelayaran sepenuhnya mengandalkan telepon seluler. Kontak terakhir dilakukan pada Senin petang sekitar pukul 18.00 WIB, dengan pemandu kapal bernama Herianto alias Bonsai.

Sandi baru mengetahui kabar hilangnya kapal tersebut setelah dihubungi oleh anggota Polsek Carita pada Selasa, 8 September 2026 pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan data awal kepolisian, sebanyak tujuh orang berada di atas kapal tersebut dan seluruhnya masih dalam proses pencarian. Lima di antaranya telah teridentifikasi, yakni M. Bagus Khoirunnas (Jurnalis Antara), Ari Basuki (Jurnalis Merdeka), Yudhis (Jurnalis iNews), Daus (Jurnalis Anadolu Agency), serta Donal (Jurnalis Lepas), sementara dua korban lainnya masih dalam proses pendataan.

 

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X