TNI AD dan Militer AS Matangkan Latihan Penembakan di Super Garuda Shield 2026

9 September 2026 18:33

Nantinya, dalam rangka persiapan latihan penembakan sasaran udara pada Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield 2026, Prajurit Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI Angkatan Darat bersama personel Air Defense US Army dan United States Marine Corps melaksanakan persiapan dan koordinasi di lapangan tembak Staling Armed Puslatpur Kodiklat TNI Angkatan Darat.

Persiapan ini meliputi penyamaan pemahaman mengenai sistem persenjataan pertahanan udara yang akan digunakan dalam pelaksanaan latihan. Batalyon Arhanud 10 Damjaya direncanakan mengoperasikan rudal Mistral, sementara unsur pertahanan udara US Army menggunakan rudal seringan (Stinger). Personel TNI dan pasukan Amerika Serikat turut mematangkan koordinasi teknis penggunaan target drone yang akan diterbangkan sebagai sasaran udara. 

Persiapan ini menjadi bagian penting dalam memastikan latihan berlangsung aman, efektif, dan profesional, sekaligus memperkuat interoperabilitas serta kemampuan kerja sama antar-unsur pertahanan udara kedua negara dalam rangkaian Latgabma SGS 2026.
 



Di sisi lain, 49 personel Special Operation Forces dari Indonesia, Amerika Serikat, dan Jepang melaksanakan tactical ground operation, strike, dan raid operation field training exercise di Puslatpur TNI AD Martapura, Sumatera Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian latihan untuk meningkatkan kemampuan operasi khusus. 

Kontingen Indonesia mengerahkan 24 personel yang terdiri atas 8 personel Bravo, 8 personel Taip, dan 8 personel Dutor. Sementara itu, Amerika Serikat melibatkan 21 personel dan Jepang mengirimkan empat personel. 

Seluruh peserta berlatih melalui berbagai skenario operasi taktis yang menguji kecepatan, ketepatan, koordinasi, serta kemampuan pengambilan keputusan.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X