LPS Siap Jalankan Tiga Mandat Baru UU P2SK

10 September 2026 12:33

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memastikan bahwa kondisi perbankan di Indonesia saat ini masih berada dalam keadaan baik, sehat, dan aman. Penegasan tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, dalam ajang Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 yang diselenggarakan oleh Metro TV bekerja sama dengan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) di Jakarta, Kamis 3 September 2026.

Anggito mengungkapkan, ketahanan sektor perbankan nasional tercermin dari sejumlah indikator kinerja agregat yang menunjukkan tren positif. Berdasarkan data periode Juli hingga Agustus, pertumbuhan deposito tercatat di kisaran 10 persen dan penyaluran kredit tumbuh hingga 13 persen.
 



Selain itu, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) terjaga di level sekitar 23 persen, sementara rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan / NPL) berhasil ditekan di bawah 2 persen.

"Secara umum saya sudah mengatakan kalau kita ukur per hari ini, tahunan dibandingkan tahun yang lalu, itu kondisinya lebih baik. Ada kecukupan modal, kredit macet rendah, kemudian ada intermediasi deposito dan kredit yang lancar dan aman," ujar Anggito dikutip dari Zona Bisnis Metro TV, Kamis 10 September 2026.

Siap Emban Tiga Mandat Baru UU P2SK

Di samping menjaga stabilitas perbankan, Anggito menyatakan bahwa LPS kini memikul tanggung jawab yang semakin vital seiring berlakunya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Melalui regulasi baru ini, LPS resmi mengemban tiga mandat strategis tambahan.

"Kami sekarang dengan UU P2SK mempunyai mandat baru. Tiga mandat baru: satu untuk penempatan dana dalam hal bank mengalami kesulitan likuiditas, selama ini hanya solvabilitas tapi likuiditas dan itu durasinya bisa 2 tahun. Kedua adalah program penjaminan polis asuransi yang akan dimulai akhir 2027. Yang ketiga adalah kami juga dimandatkan untuk melakukan integrasi sistem core banking khususnya untuk BPR ya, supaya kita bisa melakukan pendeteksian dini terhadap behavior dari rekening-rekening yang ada di BPR," papar Anggito.

Forum Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 yang mengusung tema "Berlayar di Tengah Gelombang Global, Jaga Daya Tahan Ekonomi Nasional" ini turut dihadiri oleh para pemangku kebijakan dan ekonom terkemuka. Sesi diskusi perbankan yang menghadirkan pimpinan OJK, Bank Indonesia, dan LPS ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antarlembaga demi menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan mesin perekonomian nasional ke depan.

(Sofia Zakiah)
lps


Close Ads X
Close Ads X