12 January 2026 23:07
Jakarta: Hujan deras yang mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Senin, 12 Januari 2026 dini hari menyebabkan banjir merata di sejumlah titik ibu kota. Genangan air tak hanya memutus akses jalan, tetapi juga melumpuhkan aktivitas warga dan arus lalu lintas di Jakarta Utara, Timur, dan Barat.
Salah satu titik terparah berada di Jalan Sunter Griya arah Kemayoran, Jakarta Utara. Akses jalan terputus total pada Senin siang akibat genangan setinggi 30-50 sentimeter (cm).
Banyak kendaraan roda dua yang mogok setelah nekat menerobos banjir. Beberapa pengendara bahkan harus mendorong motor sejauh 300 meter untuk mencari tempat kering.
Uniknya, kondisi ini dimanfaatkan penyedia jasa penyeberangan gerobak. Warga yang enggan basah atau mogok memilih membayar tarif sekitar Rp10.000 untuk menyeberangi genangan menggunakan gerobak.
Kramat Jati: Kali Baru Meluap
Kemacetan panjang juga terjadi di Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur. Banjir setinggi 20-40 cm memaksa kendaraan dari arah Kramat Jati menuju Cawang bergantian melintas menggunakan satu lajur tersisa.
Petugas di lapangan menyebut banjir di kawasan ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang menyebabkan Kali Baru meluap, diperparah dengan sistem drainase yang tak mampu menampung debit air.
Di Jakarta Barat, luapan Kali Mookervart menyebabkan Jalan Daan Mogot, Cengkareng, terendam air setinggi 20-30 cm. Kemacetan parah tak terhindarkan, terutama bagi kendaraan dari arah Grogol.
Frustrasi dengan kemacetan, sejumlah pengendara sepeda motor terlihat nekat melintas di atas trotoar pejalan kaki. Hingga Senin sore, genangan di sejumlah titik dilaporkan belum surut sepenuhnya.
(Farouq Faza Bagjawan Alnanto)