Koperasi Merah Putih Mulai Beroperasi, Jadi Tumpuan Baru Ekonomi Warga

18 June 2026 21:45

Di tengah tingginya kebutuhan masyarakat akan bahan pokok dengan harga terjangkau, pemerintah mulai menghadirkan Koperasi Merah Putih sebagai salah satu solusi untuk memperkuat ekonomi rakyat. Sejumlah koperasi telah beroperasi di berbagai daerah, termasuk di Jakarta, dengan menawarkan kebutuhan pokok sekaligus menjadi wadah pemberdayaan UMKM lokal.

Salah satu Koperasi Kelurahan Merah Putih yang telah beroperasi berada di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sejak dibuka, koperasi tersebut menjadi tujuan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang relatif terjangkau.

Selain menyediakan berbagai kebutuhan pokok, koperasi juga menjual produk-produk UMKM yang diproduksi oleh masyarakat sekitar. Kehadiran koperasi ini diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi sehingga harga barang menjadi lebih stabil dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

Program Koperasi Merah Putih merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat ekonomi berbasis komunitas. Pemerintah menargetkan pembentukan 80 ribu koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi dari tingkat akar rumput.

Peresmian kelembagaan 80 ribu Koperasi Merah Putih dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada 21 Juli 2025 di Klaten. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan bahwa koperasi merupakan langkah strategis untuk mengatasi berbagai persoalan ekonomi masyarakat.

Menurut Prabowo, gagasan membentuk koperasi di seluruh desa dan kelurahan muncul setelah pemerintah mencari solusi yang mampu memperkuat perekonomian rakyat secara menyeluruh. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk membangun koperasi di seluruh wilayah Indonesia yang mencakup lebih dari 80 ribu desa dan kelurahan. Meski jumlah koperasi yang beroperasi terus bertambah, sejumlah tantangan masih dihadapi dalam tahap awal pelaksanaannya. Salah satu kendala utama adalah ketersediaan stok barang.

Pengelola koperasi, Enok, mengungkapkan pasokan sejumlah komoditas masih sering mengalami keterlambatan. Akibatnya, beberapa rak di koperasi terkadang kosong karena barang dari gudang belum tersedia.

"Tantangannya itu di barang aja sih kalau misalnya lagi ada barang yang lagi susah buat datang itu agak susah sih jadi stok kita juga ikutan kosong seperti itu," ujarnya dalam tayangan Newsline Metro TV, Kamis 18 Juni 2026. 

Di sisi lain, masyarakat mulai merasakan manfaat dari kehadiran Koperasi Merah Putih. Selain memberikan akses yang lebih dekat terhadap kebutuhan pokok, harga yang ditawarkan dinilai cukup kompetitif dibandingkan toko lainnya.

Salah seorang pembeli, Ade, menilai harga produk yang dijual relatif bersaing. Namun ia berharap jumlah cabang koperasi dapat diperbanyak agar masyarakat lebih mudah menjangkau layanan tersebut.

"Kalau untuk harga ya bersaing kayaknya ya sama beberapa toko lain gitu. Cuma mungkin bisa membantu mungkin lebih banyak cabang jadi mau beli-beli itu lebih dekat gitu kan kalau banyak cabangnya gitu," ucapnya.

Pendapat serupa disampaikan pembeli lainnya, Vira. Menurutnya, harga yang ditawarkan tidak berbeda jauh dengan toko lain, tetapi keberadaan koperasi perlu lebih banyak disosialisasikan agar masyarakat mengetahui lokasi-lokasi cabangnya.

"Untuk harga mungkin nggak beda jauh ya. Jadi mungkin untuk lebih masyarakatnya untuk lebih dikasih tahu aja mungkin ada di cabang-cabang yang lain juga gitu," ungkapnya. 

Meski masih menghadapi sejumlah tantangan, Koperasi Merah Putih mulai menunjukkan perannya sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Keberhasilan program ini ke depan akan sangat bergantung pada partisipasi warga, profesionalisme pengelolaan, serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.

Dengan target 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia, pemerintah berharap Koperasi Merah Putih tidak hanya menjadi tempat memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang mampu memberdayakan UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)