22 February 2026 01:49
Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Sasetyaningtyas, tengah menjadi sorotan tajam dan menuai hujatan netizen di media sosial. Kontroversi ini mencuat setelah ia mengunggah video yang menunjukkan momen kebahagiaan saat anak keduanya resmi menjadi warga negara Inggris melalui proses naturalisasi.
Dalam unggahan tersebut, wajah Tyas tampak berbinar saat membuka dokumen dari Home Office atau semacam Kementerian Dalam Negeri Inggris yang mengonfirmasi status kewarganegaraan baru anaknya. Namun, kalimat yang ia lontarkan dalam video tersebut justru memicu amarah publik: "I know the world seems unfair, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat," ungkapnya.
Publik merasa geram karena Tyas dan suaminya, Arya Iwantoro, mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri berkat bantuan dana abadi pendidikan yang bersumber dari pajak rakyat melalui beasiswa LPDP. Dwi merupakan alumni S2 di Delft University of Technology, Belanda, lulusan 2017. Sementara suaminya, Arya, menempuh studi S2 dan S3 di Utrecht University, Belanda, pada kurun waktu 2017 hingga 2022.
Kecaman warga net muncul karena pernyataan tersebut dianggap menunjukkan rasa tidak bangga terhadap status WNI, meskipun fasilitas pendidikan yang mereka terima dibiayai oleh negara. Pengamat pendidikan sekaligus Peneliti BRIN, Anggi Afriansyah, menyebut bahwa masyarakat memiliki hak untuk berisik karena dana dari LPDP berasal dari publik.
"Publik punya hak untuk mendapatkan transparansi hal tersebut, karena bagaimanapun ini uang rakyat," tegas Anggi.
| Baca juga: Keutamaan Salat Duha Menurut Hadis, Salah Satunya Mendatangkan Rezeki |