14 February 2026 01:45
Tersangka kasus dugaan ijazah palsu, Roy Suryo, melontarkan kritik pedas terhadap langkah penyidik Polda Metro Jaya yang kembali melakukan pemeriksaan tambahan terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Pakar telematika tersebut menilai tindakan polisi mencari bukti tambahan hingga ke Yogyakarta dan Solo sebagai hal yang 'lucu'.
Mantan Menpora ini mempertanyakan urgensi pencarian bukti baru tersebut. Pasalnya, menurut klaim yang ia terima sebelumnya, pihak kepolisian telah mengantongi ratusan alat bukti dan memeriksa banyak saksi.
"Aneh banget, katanya sudah dilimpahkan kok masih ada pertanyaan lagi. Polisi juga katanya masih mencari bukti lagi ke Jogja dan ke Solo. Mau gimana caranya bukti lagi? Katanya sudah ada 719 bukti, 120 sekian saksi, dan 22 ahli," ujar Roy Suryo.
Roy bahkan secara terang-terangan menyindir profesionalitas penyidik dalam menangani kasus ini. Ia menyebut polisi hanya memberikan pernyataan tanpa aksi nyata yang konsisten ibarat radio.
"Jadi itu mungkin mereka hanya bisa ngomong tok. Kalau menggur ngomong-tok, radio. Ngur ngomong-tok itu radio aja bisa. Ngur ngomong-tok itu radio aja bisa," ungkap Roy Suryo.
| Baca juga: Roy Suryo Cs Sebut Ijazah Jokowi yang Dikeluarkan Bareskrim dan KPU Berbeda |