Mengintip Suasana Perayaan Natal di Tiongkok

23 December 2025 08:48

Natal di Tiongkok dirayakan sebagai fenomena budaya dan juga ekonomi. Meski demikian, perayaan Natal di Tiongkok memiliki tradisi sendiri. Pada malam Natal, buah apel menjadi simbol doa dan harapan.

Di Tiongkok, Natal memang bukan merupakan hari libur dan bukan merupakan perayaan agama resmi, namun lebih dikenal sebagai festival berbelanja, event berkumpul bersama kerabat, sahabat, dan bahkan kencan romantis di kalangan anak muda.

Di berbagai pusat perbelanjaan, restoran-restoran, toko-toko kecil, kafe-kafe, dekorasi Natal dan ornamen-ornamen Natal telah terpampang cantik. Bahkan di berbagai titik telah terlihat adanya persiapan pembukaan bazar dan juga pasar Natal yang akan diselenggarakan dalam beberapa hari ke depan.

Namun demikian, di jalan-jalan umum dan di kantor pemerintahan tidak terlihat adanya dekorasi Natal sama sekali.
 


Meskipun Tiongkok merayakan Natal sebagai fenomena budaya dan ekonomi, tidak lantas mengurangi antusiasme warga baik yang merayakan Natal maupun yang tidak merayakan Natal.

Bahkan, di sini ada satu tradisi yang sangat unik yang tidak ada di negara manapun, yakni menukar apel di malam Natal.

Alasannya? Karena apel dijadikan sebuah simbol fisik dan hadiah untuk mewakilkan doa dan harapan kedamaian di malam Natal. Natal di Kota Wenzhou sendiri memang lebih sederhana dan lebih berorientasi keluarga dibandingkan dengan Natal di kota-kota besar Tiongkok lainnya seperti di Shanghai, Beijing, maupun Guangzhou.

Kota Wenzhou memiliki komunitas Kristen dan Katolik yang cukup besar sehingga suasana Natal di sini lebih terasa dibandingkan dengan kota-kota besar yang lainnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Diva Rabiah)