Privasi dalam Islam

10 March 2026 22:24

Islam sangat menghargai privasi dan melarang umatnya untuk terlalu ikut campur dalam urusan pribadi maupun rahasia orang lain. Batasan mengenai hal-hal personal ini telah dicontohkan sejak zaman Rasulullah SAW sebagai bentuk penghormatan terhadap hak setiap individu.

Rasulullah SAW mempercayai sahabat Hudzaifah bin al-Yaman sebagai pemegang rahasia penting serta penjaga data-data strategis umat. Meskipun Umar bin Khattab sempat meminta informasi tersebut, Hudzaifah tetap teguh menjaga amanah privasi data yang dipercayakan kepadanya.

Teladan lain ditunjukkan oleh Abu Bakar Ash-Siddiq yang secara sembunyi-sembunyi melayani seorang nenek buta di ujung kota Madinah tanpa ingin diketahui publik. Umar bin Khattab yang sempat membuntuti gerak-gerik sahabatnya itu akhirnya menyadari bahwa Abu Bakar ingin kebaikannya tetap menjadi privasi antara dirinya dan Allah SWT.

Di era digital saat ini, masyarakat diingatkan untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mengumbar segala urusan pribadi ke ranah publik. Islam sangat keras melarang tindakan yang merusak privasi keluarga maupun masyarakat demi menjaga martabat dan kebaikan bersama.

Menjaga privasi bukan berarti menutup diri dari sosial, melainkan bentuk kedewasaan dalam memilah informasi mana yang layak dibagikan dan mana yang harus disimpan. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)