Peringati Nuzulul Quran, PDIP Jatim Santuni Ratusan Anak Yatim

9 March 2026 21:21

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar peringatan malam Nuzulul Quran yang khidmat bersama ratusan anak yatim piatu dan janda duafa di Surabaya. Kegiatan yang berlangsung di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini tidak hanya menjadi momentum berbagi di bulan suci Ramadan, tetapi juga menjadi panggung bagi partai untuk menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap eskalasi konflik global yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan selawat Nabi, dilanjutkan dengan ceramah keagamaan yang menekankan peran Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat Islam. Dalam kesempatan tersebut, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyerahkan santunan secara langsung kepada 500 anak yatim piatu dan 50 janda duafa sebagai bentuk kepedulian sosial.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH. Said Abdullah, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya partai untuk terus menghidupkan nilai-nilai kebhinnekaan serta memperkuat kedekatan dengan rakyat kecil. Menurutnya, gerakan berbagi ini telah dilakukan secara masif di seluruh wilayah Jawa Timur.

"Intinya adalah yang pertama kami terus menghidupkan kebhinnekaan di internal kami dan ke publik dan ke masyarakat. Pada saat yang sama kami menunjukkan jati diri kami bahwa kami itu partai wong cilik, tidak pernah berubah sampai sekarang dari dulu," ujar Said Abdullah.

Ia menambahkan bahwa komitmen partai terhadap kesejahteraan masyarakat dibuktikan dengan distribusi bantuan pangan yang luas. "Karena itulah yang menjadi keyakinan kami. Kami ingin bersama anak yatim, bersama para janda, dan kami takjil tiap hari terus-menerus kami lakukan. Dan di Jawa Timur mulai tanggal 1 kemarin sudah disebar 360.000 paket sembako," jelasnya lebih lanjut.

Selain fokus pada isu domestik dan sosial, PDI Perjuangan Jawa Timur juga memanfaatkan momen Nuzulul Quran ini untuk menyampaikan sikap resmi terkait situasi geopolitik dunia yang memanas. Said Abdullah menyatakan penyesalannya atas peperangan yang terjadi di Timur Tengah, yang dinilai hanya akan menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan tanpa memberikan keuntungan bagi pihak mana pun.

Said juga menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dalam konflik tersebut dan menyerukan penghentian kekerasan demi menjaga perdamaian global.

"Kami ikut berdukacita atas meninggalnya Ayatollah Khamenei ini (merujuk pada tokoh terkait). Karena bagaimanapun ia adalah saudara kami, saudara seagama, saudara sekemanusiaan dan kami berharap sudahlah akhiri semua ini," tutur Said.

Ia menutup pernyataannya dengan pesan kuat tentang dampak buruk peperangan. "Tidak ada perang itu di mana pun yang akan membawa keuntungan bagi siapa pun selain membunuh kemanusiaan kita," tegasnya.

Melalui kegiatan ini, PDI Perjuangan Jawa Timur berharap semangat Nuzulul Quran dapat menjadi penguat nilai keimanan sekaligus motor penggerak kepedulian sosial yang lebih luas di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadan 2026.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)